Ini Kata Sandiaga Soal Polemik Harga Nasi Ayam Singapura dan Indonesia

TEMPO | 12 Oktober 2018 | 20:30 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Pernyataannya tentang harga sepiring nasi ayam di Singapura lebih murah daripada di Indonesia yang memicu perdebatan, calon Wakil Presiden RI Sandiaga Uno menilai sebagai sesuatu yang tidak substantif. 

"Jangan perdebatkan hal-hal yang tidak substantif lagi, mari berbicara kenyataan dan data," kata Sandiaga Uno usai bertemu Sultan Hamengku Buwono X di Keraton Yogyakarta, Jumat, 12 Oktober 2018.

Menurut Sandiaga Uno, harga nasi ayam di Singapura yang lebih murah dari harga nasi ayam di Indonesia yang disampaikan beberapa waktu lalu itu didasarkan pada data. "Kalau tanya nasi ayam ini saya ada datanya, ini bukan data saya."

Sepiring nasi ayam di Singapura, kata Sandiaga, harganya Sin$3,5 atau Rp35 ribu, sedangkan di Indonesia harganya sekitar Rp50 ribu.

Sandiaga Uno lalu membacakan data-data World Bank dalam telepon selulernya di depan awak media data itu. "Konsumen Indonesia harus membayar lebih mahal untuk mendapat makanan sehat dibanding dengan konsumen di negara tetangga, terutama melihat situasi di Jakarta dan Singapura," ujarnya menerjemahkan pernyataan data itu.

Dia menambahkan World Bank itu menyebutkan Singapura bukan negara agraris atau negara yang memiliki wilayah pertanian. "Jadi bagaimana bisa berbagai makanan sehat, sayuran dan sumber hewani seperti yogurt, ice cream, susu, madu sampai paha ayam di Indonesia lebih mahal?" tanyanya.

Di Jakarta sepaket makanan sehat, kata Sandiaga Uno, harganya 94 persen lebih mahal dibanding negara tetangga seperti New Delhi, India. "Ini kenyataan dari data World Bank, bukan data saya. Jadi jangan berdebat yang tidak substantif," tegasnya.

TEMPO.CO

Penulis : TEMPO
Editor: TEMPO
Berita Terkait