Jokowi: Saya Dibiarkan Jalan Sendiri, Malah Dibilang Antek Asing

TEMPO Jumat, 7 Desember 2018 20:50:53
Presiden Jokowi menyambut undangan di acara Peringatan Sumpah Pemuda di Grand Garden Resto & Cafe, Kebun Raya Bogor, 28 Oktober 2018 (TEMPO)

TABLOIDBINTANG.COM - Presiden Jokowi menantang mahasiswa berdemonstrasi mendukung kebijakannya. Jokowi mencontohkan tidak pernah ada yang unjuk rasa mendukung pemerintah agar mengambil alih saham mayoritas milik PT Freeport Indonesia. "Didemo, dong. Demo mendukung. Ada yang demo mendukung gitu, loh," kata Jokowi saat menerima peserta Konferensi Mahasiswa Nasional Indonesia di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat, 7 Desember 2018.

Negoisasi untuk memiliki saham mayoritas Freeport, kata Jokowi, sangat alot. Namun ia memastikan pada bulan ini semuanya beres. "Akan kami selesaikan 100 persen dan mayoritas 51 persen jadi milik Indonesia," ujarnya. Saat berusaha mengambil saham mayoritas PT Freeport Indonesia itu, selama ini pemerintah dibiarkan jalan sendiri tanpa adanya dukungan. Bukannya mendapat dukungan, katanya, yang merebak justru isu pemerintah antek asing.

"Saya dibiarkan jalan sendiri, malah dibilang antek asing. Ini gimana dibolak-balik," kata Jokowi.

Presiden Jokowi tegas membantah pemerintahannya disebut pro asing. Dia mengklaim justru di era kepemimpinannya banyak aset asing yang diambil alih. Selain memiliki mayoritas saham PT Freeport Indonesia, pemerintah sudah lebih dulu berhasil mengambil alih kepemilikan blok Mahakam dan blok Rokan.

Karena itu Jokowi merasa heran lantaran hanya di zaman pemerintahannya isu pemerintah pro asing meluas. Jokowi mempertanyakan mengapa puluhan tahun saat Freeport masih dikuasai asing tidak ada yang menyebut pemerintahan sebelumnya antek asing. "Bertahan-tahun enggak ada yang bilang antek asing. Begitu 4 tahun ini antek asing, antek asing, antek asing, gimana sih," kata Jokowi.

TEMPO.CO

Penulis TEMPO
Editor Suyanto Soemohardjo
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.