5 Caleg Artis Ini Pindah ke Partai Nasdem Sebelum Maju Kembali di Pemilu 2019

TEMPO Rabu, 2 Januari 2019 12:50:59
Beberapa artis yang menjadi caleg dari Partai Nasdem (TEMPO)

TABLOIDBINTANG.COM - Banyak caleg artis pindah partai sebelum kembali maju sebagai calon legisliatif di Pemilu 2019. Salah satu alasan caleg artis ini pindah partai terkait pertimbangan jaminan bisa kembali melenggang ke Senayan. Bagi partai, bergabungnya artis dianggap mampu mendongkrak suara untuk bisa lolos ambang batas parlemen (parliamentary threshold). Partai Nasional Demokrat tercatat paling banyak menerima caleg dari partai lain. Setidaknya ada lima artis yang merupakan anggota Dewan dari partai lain berpindah ke partai besutan Surya Paloh ini.

"Kalau dalam sepak bola, kami ini ibarat Manchester City. Kalau mau menang, harus beli pemain berbakat dan mahal," kata Sekeetaris Badan Pemenangan Pemilu Partai NasDem Willy Aditya, Juli 2018.

Ini caleg artis yang berpindah partai dan bergabung dengan NasDem.

1. Lucky Hakim

Lucky Hakim anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Amanat Nasional. Pada Pemilu 2014 mengantongi 57 ribu suara dari daerah pemilihan Jawa Barat VI yang meliputi Kota Bekasi dan Kota Depok. Lucky Hakim mengaku pindah partai setelah mendengar rencana pergantian antarwaktu dengan calon legislator yang mendapat suara terbanyak berikutnya. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menuding Lucky menerima transfer fee untuk pindah ke NasDem. Lucky membantah. Dia mengatakan NasDem tak memberikan duit, tapi menyediakan pelbagai fasilitas, seperti baliho, poster, kaus, dan biaya saksi. "Sampai pendaftaran kemarin saya tak mengeluarkan biaya apa pun, bahkan untuk materai. Biaya kampanye saya jadi lebih ringan," ujarnya.

Lucky Hakim (Seno/tabloidbintang.com)
Lucky Hakim (Seno/tabloidbintang.com)

2. Wanda Hamidah

Wanda Hamidah smerupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta periode 2009-2014 dari PAN. Selepas 2014, Wanda keluar dari PAN setelah 16 tahun menjadi kader partai berlambang matahari terbit itu. Wanda Hamidah lantas menekuni profesi sebagai notaris. Pada Pemilu 2019, Wanda mencalonkan diri dari Partai NasDem.

Wanda Hamidah (Seno/tabloidbintang.com)
Wanda Hamidah (Seno/tabloidbintang.com)

3. Venna Melinda

Venna Malinda adalah anggota DPR yang telah menjabat selama dua periode, memutuskan pindah partai sebelum kembali berlaga di Pemilu 2019. Putri Indonesia 1994 itu hengkang dari Partai Demokrat dan bergabung dengan NasDem. Dia maju lagi dari daerah pemilihan yang sama, yakni Jawa Timur VI yang meliputi Kabupaten Tulungagung, Kabupaten dan Kota Kediri, serta Kabupaten dan Kota Blitar.

Salah satu alasan Venna Malinda pindah ke NasDem adalah faktor Joko Widodo. NasDem salah satu partai pengusung calon presiden, Jokowi. Sementara Partai Demokrat mendukung capres Prabowo Subianto. Venna mendukung Jokowi karena program yang dijalankan di bidang infrastruktur sangat berhasil. “Dulu saya dari Surabaya ke Kediri paling cepat memakan waktu 4,5 jam, tapi sekarang sudah bisa 2,5 jam. Kita harus mengakui bahwa empat tahun ini pemerintahan Jokowi menomorsatukan infrastruktur,” ujar Venna.

Venna Melinda (Seno/tabloidbintang.com)
Venna Melinda (Seno/tabloidbintang.com)

4. Krisna Mukti

Krisna Mukti yang menjadi anggota DPR dari Partai Kebangkitan Bangsa, berpindah dan maju sebagai caleg pada Pemilu 2019 dari Partai NasDem. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sempat mengaku merasa kehilangan. Namun Cak Imin tak mempersoalkannya lebih lanjut. Cak Imin malah bergurau tengah menunggu dana transfer dari Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. “Saya sudah bilang ke Pak Surya, kalau sepak bola, klub yang awal harus dapat dana transfer. Saya tunggu sampai sekarang belum datang-datang nih,” kata Cak Imin di kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Juli 2018.

Krisna Mukti (Seno/tabloidbintang.com)
Krisna Mukti (Seno/tabloidbintang.com)

5. Okky Asokawati

Okky Asokawati yang mantan model pindah dari Partai Persatuan Pembangunan ke Partai NasDem. Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani menyesalkan cara Okky meninggalkan partai. Arsul menilai Okky tidak memperhatikan etika politik dalam berpindah partai. “Kalau warga negara itu sedang menjabat anggota DPR atau DPRD, etika politiknya harus ditegakkan. Nah, ini saya menyesalkan,” kata Arsul, Juli 2018.

Okky Asokawati (Seno/tabloidbintang.com)
Okky Asokawati (Seno/tabloidbintang.com)

TEMPO.CO


Penulis TEMPO
Editor Suyanto Soemohardjo
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore