Ditangkap, Pengendara Motor Ngamuk Saat Ditilang Minta Maaf Sambil Menangis

TEMPO Jumat, 8 Pebruari 2019 21:00:54
Setelah ditangkap Adi Saputra menyesali perbuatannya (TEMPO)

TABLOIDBINTANG.COM - Setelah ditangkap polisi, pengendara motor yang ngamuk saat ditilang, yang videonya viral, meminta maaf atau perilakunya yang membuat heboh. Pria bernama Adi Saputra (21) itu merusak dan membanting motornya serta membentak polisi karena tak terima ditilang di dekat Pasar Modern BSD, Tangsel, Kamis 7 Februari 2019.

Setelah ditangkap Adi Saputra menyesali perbuatannya. "Assalamualaikum saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya kepada pihak kepolisian atas perbuatan saya yang tidak terpuji," kata Adi di Polres Tangerang Selatan, Jumat 8 Februari 2019. Dengan berurai air mata, Adi juga mengatakan bahwa dirinya tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Dia berterima kasih kepada pihak kepolisian karena telah menegur dirinya.

"Terima kasih kepada pihak kepolisian, saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi dan akan mematuhi lalulintas, semoga permintaan maaf saya diterima," ujar Adi yang telah mengenakan baju tahanan oranye.  Setelah meminta maaf secara lisan, Adi langsung meminta maaf kepada polisi yang dibentaknya Brigadir Kepala (Bripka) Oky Ranto Hippa Wardana.

Aksi Adi Saputra mengamuk setelah ditilang jadi viral setelah videonya tersebar di dunia maya. Dalam video itu Adi dan teman perempuannya diberhentikan polisi karena tak mengenakan helm namun dia langsung mengamuk dan merusak motornya. "Kejadian sekitar pukul 06.36 wib tadi pagi di jalan Letnan Soetopo Serpong, anggota satlantas polres Tangerang Selatan memberhentikan pelanggar yang melawan arus," kata Kasatlantas Polres Tangerang Selatan Ajun Komisaris Lalu Hedwin Hanggara.

TEMPO.CO

Penulis TEMPO
Editor Suyanto Soemohardjo
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.