Indadari Menangis Lihat Video Aksi Terorisme di Christchurch

Supriyanto Minggu, 17 Maret 2019 22:15:23
Indadari mendoakan korban penembakan di Selandia Baru meninggal syahid dan mendapat tempat yang terbaik.

TABLOIDBINTANG.COM - Aksi terorisme yang terjadi di Masjid Al Noor,  Christchurch, Selandia Baru pada Jumat (15/3) yang menelan korban meninggal hingga 49 orang membuat Indadari berduka. Bahkan, mantan istri Caesar itu geram sampai menangis melihat video penembakan yang disiarkan live melalui media sosial.

Indadari marah karena pelaku penembakan sengaja ingin menunjukkan kekejamannya membunuh umat muslim.

"Banget (prihatin) , kaget, sedih, campur-campur, hancur hati, enggak karu-karuan rasanya lihat videonya. Langsung menetes air mata. Betapa berat perjuangan jadi muslim di sana. Kejam sekali pelaku penembakannya, apalagi pake di live streaming segala, seolah sengaja agar dunia tau tindakan brutalnya," kata Indadari kepada wartawan lewat telepon, Minggu (17/2).

Indadari (Seno/tabloidbintang.com)
Indadari (Seno/tabloidbintang.com)

Desainer dengan ciri khas motif polkadot itu mendoakan korban penembakan meninggal syahid dan mendapat tempat yang terbaik.

"Tapi insyaaallah korban semuanya syahid, insyaallah surga. Dan semoga Allah melindungi kita semua dari kejadian semacam itu," kata Indadari.

Meski demikian Indadari mengatakan apa yang terjadi di Selandia Baru menjadi pelajaran penting bagi umat muslim di Tanah Air.

"Tapi jadi tamparan juga, di sana untuk salat Jumat aja sampai jadi korban penembakan gitu, kita di indonesia masjid banyak, harusnya lebih semangat lagi jadi muslim di negara yang mayoritas muslim untuk meramaikan masjid dengan kegiatan-kegiatan ibadah," pungkas Indadari.

(pri/bin)

Penulis Supriyanto
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.