KPK Lelang Barang Rampasan Zumi Zola, Simak Harganya

TEMPO Jumat, 5 April 2019 20:00:32
KPK melelang barang rampasan negara atas terpidana tindak pidana korupsi mantan Gubernur Jambi Zumi Zola (TEMPO)

TABLOIDBINTANG.COM - KPK melelang barang rampasan negara atas terpidana tindak pidana korupsi mantan Gubernur Jambi Zumi Zola. “Bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jambi, Jaksa eksekutor KPK melelang barang rampasan Zumi Zola,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Jumat, 5 April 2019.

Lelang dilakukan setelah perkara Zumi Zola berkekuatan hukum tetap. Zumi Zola dihukum berdasarkan Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tanggal 6 Desember 2018. Barang rampasan negara yang akan dilelang itu terdiri dari dua unit mobil masing-masing satu unit mobil merk Suzuki tipe APV STD Nomor Polisi B 1537 SIX warna silver dengan harga limit Rp 31.858.000.

Ada juga satu unit mobil merk Suzuki tipe APV STD Nomor Polisi: B 1538 SIX warna silver dengan harga limit Rp 31.858.000.

Febri mengatakan, Barang yang dilelang itu juga dilengkapi dengan BPKB dan STNK. "Calon peserta lelang dapat melihat obyek yang akan dilelang pada Selasa 9 April 2019 pukul 10.00 sampai 12.00 WIB di Rupbasan Klas I Jambi, Kenali Asam Bawah, Kota Baru, Jambi." Informasi lengkap lelang barang rampasan Zumi Zola itu juga dapat dilihat di situs resmi KPK.

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta memvonis Zumi Zola dengan pidana penjara 6 tahun dan denda Rp500 juta. Pengadilan juga mencabut hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama 5 tahun sejak selesai menjalani pidana pokoknya. Saat ini Zumi Zola menjalani masa pidananya di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

TEMPO.CO

Penulis TEMPO
Editor Suyanto Soemohardjo
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.