Kaesang Pangarep dan Gibran Rakabuming Cekcok Gara-gara Harga Martabak

TEMPO Kamis, 18 April 2019 13:15:32
Kaesang Pangarep dan kakaknya, Gibran Rakabuming (Ana/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Dua anak Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep dan kakaknya, Gibran Rakabuming terlibat cekcok di hari Pemilu 2019, Rabu, 17 April 2019. Seperti biasa, mereka bertengkar di Twitter sehingga membuat percekcokan kian ramai oleh komentar netizen.

Bermula dari unggahan promosi Gibran Rakabuming di akun Twitternya @Chili_Pari yang memberikan harga miring untuk membeli markobar. Tapi, Gibran juga mencuit bahwa yang tidak mencoblos tidak bisa mendapatkan diskon. "Kasihan yang golput gak dapat diskon," cuitnya pada Rabu, 17 April 2019. 

Cuitan ini dicuit ulang oleh Kaesang, "Kok harganya gak Rp 55 ribu?" Terpancing oleh cuitan adiknya, Gibran mencuit kembali. "Berisik lu." Tak mau kalah, Kaesang Pangarep mencuit ulang cuitan itu sambil meledek, "Halah ngomong medok pake gw lu segala." Setiap mencuit, Kaesang selalu menggunakan huruf besar. 

Aksi berbalas cuitan antara Gibran dan Kaesang di Twitter ini bukannya dilerai oleh netizen justru makin dipanas-panasi. Tentu saja tujuannya untuk meledek kakak beradik yang baru saja pulang umrah ini. "Kami suka kerusuhan," cuitan @damnasitonx. "Kita duduk nonton sambil makan pisang sama martabak ya mas," ujar akun @itsmeangling. "Wawww, akan terjadi perang saudara," kata akun @elmadridista.

Ada juga netizen yang berusaha mengingatkan bahwa mereka baru saja beribadah umrah. "Hayo pada abis umrah bukannya maaf-maafan dan berubah jadi pada akur, ini malah ejek-ejekan terus. Dimarahin loh sama ibu," cuitan akun @vitaae.

TEMPO.CO

Penulis TEMPO
Editor Suyanto Soemohardjo
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.