Ahmad Dhani dan Mulan Tak Lolos ke Senayan, Begini Kata Partai Gerindra

TEMPO Selasa, 7 Mei 2019 13:45:23
Ahmad Dhani dan Mulan Jameela gagal jadi anggota parlemen. (Instagram)

TABLOIDBINTANG.COM - Ahmad Dhani dan Mulan Jameela gagal lolos dalam Pemilihan Legislatif 2019. Adapun pasangan suami-istri ini maju sebagai calon legislator Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Gerindra.

Ahmad Dhani maju dari Dapil Jawa Timur 1 yang meliputi Surabaya dan Sidoarjo. Sementara Mulan dari Dapil Jawa Barat 11 yang mencakup Garut, Kota Tasikmalaya, dan Kabupaten Tasikmalaya.

"Enggak lolos dua-duanya," kata anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra Andre Rosiade ketika dihubungi, Selasa (7 Mei 2019.

Andre menambahkan, suara Ahmad Dhani kalah dari caleg inkumben Bambang Haryo Sukartono. Sedangkan Mulan Jameela juga tak berhasil melampaui suara caleg-caleg lainnya dari Partai Gerindra.

Mulan Jameela (Rahman/tabloidbintang.com)
Mulan Jameela (Rahman/tabloidbintang.com)


Sebelumnya, Ahmad Dhani dan Mulan Jameela diperkirakan lolos melenggang ke DPR. Keduanya juga sudah mendapatkan ucapan selamat di media sosial masing-masing. Namun, hasil perhitungan suara terbaru berkata lain.

Andre mengatakan kampanye yang tidak maksimal menjadi penyebab gagalnya pasutri pesohor itu lolos ke Senayan. Sebab, Ahmd Dhani saat ini tengah ditahan di Rumah Tahanan Medaeng, Surabaya, Jawa Timur. Pentolan Dewa 19 yang divonis bersalah atas kasus ujaran kebencian oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan itu kini menjalani persidangan kasus pencemaran nama baik di Pengadilan Negeri Surabaya.

"Mungkin karena kesibukan. Mas Dhani enggak bisa kampanye kan, enggak maksimal. Mbak Mulan pun enggak bisa kampanye maksimal karena harus bolak-balik Jakarta-Surabaya," katanya.

TEMPO.CO

Penulis TEMPO
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.