Rina Nose Kembali Terlihat Kenakan Hijab, Begini Reaksi Netizen

Christiya Dika Handayani Selasa, 7 Mei 2019 19:20:23
Rina Nose didoakan netizen kembali berhijab (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Rina Nose kembali terlihat mengenakan hijab. Seperti diketahui, pemilik nama asli Nurina Permata Putri itu sempat memutuskan mengenakan hijab pada September 2016 lalu. Namun setahun setelahnya, Rina Nose terlihat menanggalkan hijab dan kembali ke penampilan awal tanpa hijab.

Keputusan Rina Nose ini sempat menuai kontroversi. Akun Instagram Rina Nose bahkan dibanjiri komentar bernada kritik dan hujatan terkait keputusannya. Tapi baru-baru ini, Rina Nose kembali terlihat mengenakan hijab dalam foto terbaru yang diposting ke Instagramnya. 

Di unggahan yang dibagikan Senin (6/5), Rina Nose menutup bagian mulutnya dengan syal coklat yang dikenakannya. Rina Nose hanya memperlihatkan sorot mata dan bagian hidung. Rina berpose duduk memakai tas ransel dan kacamata yang dibiarkan menempel di atas kepalanya. 

instagram}src="BxF_gXxn2xn"{/instagram}

Tampaknya foto tersebut foto lama yang dibagikan ulang Rina Nose untuk memberikan ucapan puasa. Pasalnya, setelah unggahan itu, Rina Nose kembali telihat tak memakai hijab. "Selamat menjalankan ibadah puasa," tulis Rina Nose di keterangan fotonya.

Unggahan ini tetap dibanjiri komentar netizen. Sejumlah netizen memuji penampilan Rina Nose yang terlihat lebih cantik mengenakan hijab. Tak sedikit yang mendoakan agar Rina kembali menggunakan hijabnya.

"Cantik bgt kalo berhijab, smg begini terus ya," komentar netizen. "Semoga bisa berhijab lagi yah teh kita doakan smuanya Aamiin," timpal netizen lain.

(dika)
 

Penulis Christiya Dika Handayani
Editor Suyanto Soemohardjo
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.