Lega Dengar Kesaksian Petugas KUA, Kriss Hatta Yakin Bebas

Altov Johar Selasa, 21 Mei 2019 09:15:47
Kriss Hatta menjalani sidang kasus dugaan pemalsuan dokumen pernikahan. (

TABLOIDBINTANG.COM - Sidang kasus Kriss Hatta mengagendakan mendengar keterangan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). JPU menghadirkan empat saksi, yakni Hilda Vitria, Rachmawati ibunda Hilda, serta petugas KUA Jatiasih bernama Madinah dan Yusuf.

Kriss Hatta merasa lega mendengar keterangan Madinah dan Yusuf, yang mengatakan buku nikahnya dengan Hilda Vitria diterbitkan oleh KUA Jatiasih. Menurut Kriss, tuduhan dugaan pemalsuan secara tidak langsung sudah terbantahkan.

"Jadi tidak ada pemalsuan. Sampai di sini sudah jelas semakin terang benderang kasusnya kan 264 dan 266 soal pemalsuan dokumen. Tapi kan sudah dijelaskan sama pihak KUA bahwa itu buku milik KUA. Sangat bahagia sekali hari ini, saya yakin saya bebas kok," ujar Kriss Hatta di Pengadilan Negeri Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (20/5).

Kriss Hatta menjalani sidang kasus dugaan pemalsuan dokumen pernikahan. (
Kriss Hatta menjalani sidang kasus dugaan pemalsuan dokumen pernikahan. (

Kriss Hatta berusaha berlapang dada menghadapi kasus hukum yang menjeratnya. Bahkan sekalipun Lebaran nanti harus dilalui di dalam penjara, Kriss mencoba untuk tetap ikhlas.

"Ini semua proses hukum. kalau misalnya saya menjalani lebaran di dalam penjara ya udah, saya lebaran sama napi-napi aja," imbuh Kriss Hatta.

Dalam kesempatan sama, Kriss Hatta juga menyesalkan Hilda Vitra memberi kesaksian palsu di depan majelis hakim. Padahal sebagai saksi dari pihak JPU, Hilda sudah disumpah.

"Yang benar cuma soal awal perkenalan kita tahun 2012, di Headline manajemen atau manejemen artis itu benar. Selebihnya bohong," pungkas Kriss Hatta.

(tov/ari)

Penulis Altov Johar
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.