Ratna Sarumpaet Minta Izin Mengobati Lehernya, Memang Kenapa?

TEMPO Selasa, 11 Juni 2019 21:30:12
Ratna Sarumpaet (Altov / tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Kuasa hukum Ratna Sarumpaet, Insank Nasruddin, mengatakan kliennya sedang mengalami sakit nyeri di leher bagian belakang, sehingga minta izin berobat dari polisi.

"Saat ketemu tadi, Bu Ratna bilang sakitnya bukan terjadi tadi malam saja, tapi sebelum Lebaran beliau sudah merasakan, namun belum parah seperti saat ini," kata Insank usai bertemu Ratna di Polda Metro Jaya, Selasa, 11 Juni 2019.

Insank mengatakan telah meminta surat keterangan kepada Bidang Kedokteran Kesehatan (Biddokkes) Polda Metro Jaya. Menurut Insank, keterangan dokter menunjukkan tekanan darah terdakwa kasus berita bohong tinggi.

"Sehingga beliau merasakan nyeri di leher bagian belakang dan pusing," kata dia.

Karena itu, Insank mengatakan pihak akan mengirim permohonan izin berobat di rumah sakit kepada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Surat itu rencananya dikirim besok, Rabu, 12 Juni 2019.

Insank menegaskan, pihaknya tidak akan meminta penangguhan penahanan untuk Ratna. "Setelah berobat, ditahan lagi silakan," ujar Insank.

Dalam kasus berita bohong yang menjeratnya, Ratna Sarumpaet telah mengajukan nota pembelaaan atau pleidoi atas tuntutan jaksa penutut umum 6 tahun penjara. 

Ratna menilai jaksa tidak berhasil membuktikan pasal yang didakwakan. Khususnya, unsur keonaran dalam cerita bohong ihwal penganiyaan yang dikarangnya.

Menurut dia, jaksa terkesan memaksakan tuntutan terhadap Ratna sarumpaet dengan melihat fenomena kegaduhan di sosial media.

"Dari awal saya merasa ini ditekan, dipaksakan harus terjadi Ratna harus ditahan," ujar Insank usai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa 28 Mei 2019. 

Penulis TEMPO
Editor Tubagus Guritno
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.