Ratna Sarumpaet Memohon Dikembalikan ke Tengah Keluarga

Ari Kurniawan Rabu, 19 Juni 2019 08:00:19
Ratna Sarumpaet meneteskan air mata saat membacakan pembelaan. (TEMPO)

TABLOIDBINTANG.COM - Ratna Sarumpaet meneteskan air mata saat membacakan pembelaan atau pledoi dalam kasus hoax di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (18/6). 

Pledoi Ratna Sarumpaet tertuang dalam beberapa lembar kertas. Ibunda Atiqah Hasiholan itu bersikukuh dirinya bukan pembuat keonaran, sebagaimana yang didakwakan oleh jaksa penuntut umum (JPU).

"Apakah perbuatan saya menyampaikan kebohongan kepada tujuh orang melalui WhatsApp akun pribadi tersebut dapat disebut sebagai perbuatan menyiarkan atau menyampaikan pemberitahuan bohong? Apakah akibat dari perbuatan saya tersebut telah terjadi keonaran sebagaimana yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum?" kata Ratna Sarumpaet kepada majelis hakim.

Ratna Sarumpaet meneteskan air mata saat membacakan pembelaan. (TEMPO)
Ratna Sarumpaet meneteskan air mata saat membacakan pembelaan. (TEMPO)

Ratna Sarumpaet mengaku tidak memiliki niat untuk membuat kegaduhan. Ratna mengatakan kebohongan yang ia buat sekadar untuk menutupi operasi kecantikan yang ia lakukan dari keluarganya. 

"Semata-mata untuk menutupi pada anak-anak saya dalam usia saya yang sudah lanjut saya masih melakukan operasi plastik sedot lemak," kata dia. 

Ratna Sarumpaet meminta dibebaskan dari segala tuntutan. Di usianya yang senja, Ratna ingin kembali berkumpul dengan keluarga di rumah. 

"Mohon kembalikan saya kepada mereka. Mohon kembalikan saya ke pelukan anak-anak saya," pinta Ratna Sarumpaet.

Ratna Sarumpaet meneteskan air mata saat membacakan pembelaan. (TEMPO)
Ratna Sarumpaet meneteskan air mata saat membacakan pembelaan. (TEMPO)

(ari)

Penulis Ari Kurniawan
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.