Ratna Sarumpaet Merasa Kasusnya Dipolitisasi

Ari Kurniawan Rabu, 19 Juni 2019 09:15:40
Ratna Sarumpaet jalani sidang kasus hoax. (TEMPO)

TABLOIDBINTANG.COM - Ratna Sarumpaet mengakui dirinya telah berbohong soal penganiayaan yang menimpa dirinya. Atas kebohongan itu Ratna sudah menerima sanksi sosial yang begitu berat, salah satunya dicap sebagai ratu pembohong. 

Namun, yang lebih disesalkan Ratna Sarumpaet, kasusnya telah didramatisir dan dibawa ke ranah politik demi kepentingan tertentu. 

"Sulit dipungkiri betapa kasus berita bohong yang menimpa saya sudah sejak awal sarat dengan politisasi. Media massa, media sosial, netizen, politisi, bahkan proses penyidikan berusaha keras menggiring opini publik seolah saya telah dengan sengaja menciptakan dan menyebarkan kebohongan demi kepentingan salah satu pasangan calon presiden," kata Ratna Sarumpaet.

Ratna Sarumpaet jalani sidang kasus hoax. (TEMPO)
Ratna Sarumpaet jalani sidang kasus hoax. (TEMPO)

Pernyataan tersebut disampaikan Ratna Sarumpaet dalam sidang pembelaan atau pledoi kasus hoax di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (18/6). 

Ratna Sarumpaet mengaku tidak memiliki niat untuk membuat kegaduhan. Ratna mengatakan kebohongan yang ia buat sekadar untuk menutupi operasi kecantikan yang ia lakukan dari keluarganya. 

"Semata-mata untuk menutupi pada anak-anak saya dalam usia saya yang sudah lanjut saya masih melakukan operasi plastik sedot lemak," kata Ratna Sarumpaet lagi. 

Pada kesempatan itu, Ratna Sarumpaet mengungkapkan penyesalan dan pemintaan maafnya kepada majelis hakim. Ibunda Atiqah Hasiholan itu meminta dibebaskan agar bisa kembali ke tengah keluarga. 

Ratna Sarumpaet jalani sidang kasus hoax. (TEMPO)
Ratna Sarumpaet jalani sidang kasus hoax. (TEMPO)

(ari)

Penulis Ari Kurniawan
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.