Tersandung Dugaan Pemalsuan Ijazah, Nurul Qomar Diberi 2 Pilihan oleh Kampusnya

Ari Kurniawan Senin, 1 Juli 2019 07:30:22
Pelawak Nurul Qomar harus berurusan dengan polisi akibat dugaan pemalsuan ijazah. (TEMPO)

TABLOIDBINTANG.COM - Pelawak Nurul Qomar harus berurusan dengan polisi akibat dugaan pemalsuan ijazah. Nurul Qomar dituduh memakai ijazah bodong saat hendak maju sebagai rektor Universitas Muhadi Setiabudi, Brebes, beberapa tahun lalu.

Nurul Qomar sendiri mengaku masih berstatus mahasiswa program S2 dan S3 di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Setelah kasus ini mencuat, Qomar memutuskan untuk tidak melanjutkan studinya di kampus tersebut. 

Nurul Qomar diberi dua pilihan oleh pihak UNJ, yakni dikeluarkan (drop out atau mengundurkan diri. Qomar memilih untuk mengundurkan diri. 

Pelawak Nurul Qomar harus berurusan dengan polisi akibat dugaan pemalsuan ijazah. (Seno/tabloidbintang.com)
Pelawak Nurul Qomar harus berurusan dengan polisi akibat dugaan pemalsuan ijazah. (Seno/tabloidbintang.com)

"Saya mahasiswa aktif jelas nomor registrasi mahasiswa ada. Dan saya sudah mengundurkan diri juga dari UNJ, karena kasihan juga," kata Nurul Qomar, di kawasan Jatiwaringin Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (30/6).

Nurul Qomar sempat mendekam di tahanan Mapolres Brebes. Namun anggota grup Empat Sekawan itu dibebaskan dengan alasan kesehatan. 

Terkait kursi rektor Universitas Muhadi Setiabudi, Nurul Qomar mengatakan dirinya saat itu dipinang oleh pihak kampus, bukan melamar. 

Pelawak Nurul Qomar harus berurusan dengan polisi akibat dugaan pemalsuan ijazah. (Seno/tabloidbintang.com)
Pelawak Nurul Qomar harus berurusan dengan polisi akibat dugaan pemalsuan ijazah. (Seno/tabloidbintang.com)

(ari)
 


loading...
Penulis Ari Kurniawan
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.