Bertatap Muka dengan Raisa Menjadi Kenangan Indah Sutopo Purwo Nugroho

Supriyanto Minggu, 7 Juli 2019 14:00:49
Sutopo bertemu dengan Raisa (twitter)

TABLOIDBINTANG.COM - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia di Guangzhou, China pada Minggu (7/7) pukul 01.00 waktu China atau 02.00 WIB.

Pria yang dikenal ramah dan baik hati itu meninggal setelah setahun melawan kanker paru-paru stadium IV.  Semasa hidup, almarhum pernah mengungkap sangat mengidolakan penyanyi Raisa Andriana.

Sutopo banyak bercerita alasan mengagumi istri Hamish Daud itu. Pria yang selalu tampak ceria itu pun semringah kegirangan tatkala kicauannya di akun Twitter dibalas oleh Raisa.

Meski tahu yang membalas bukan Raisa langsung, Sutopo tidak merasa kecil hati. Dalam kesempatan lain, Sutopo malah dikejutkan tiba-tiba ada vide call dari penyanyi idolanya, Raisa.

"Ini jadi kenangan terindah buatku, tadi saya sudah nyanyi di depan mereka mbak," kata Sutopo Purwo Nugroho kala itu sambil memegang smartphone sedang video call.

Selama percakapan itu, Sutopo meminta Raisa untuk selalu menjaga kesehatan dan menyampaikan rasa kagumnya yang telah lama.

"Alhamdulillah pokoknya jaga kesehatan, kesehatan itu mahal," ucap Sutopo saat video call dengan Raisa sekitar Oktober 2018 lalu.

Kemudian, Raisa pun membalas doa yang disampaikan Sutopo.

"Bapak juga semangat terus yah," ucap Raisa tersenyum di layar smartphone.

"Take care," tutup Sutopo membalas.

Setelah itu, tagar #JokowiMeetSutopo viral di media sosial. Sutopo Purwo Nugroho akhirnya bertemu Presiden Jokowi pada Desember 2018 di Istana Kepresidenan Bogor.

(pri / gur)

Penulis Supriyanto
Editor Tubagus Guritno
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.