Polisi akan Memberi Penjelasan Lengkap Soal Kasus Narkoba Nunung dan Suami

Abdul Rahman Syaukani Sabtu, 20 Juli 2019 09:00:29
Nunung dan suami ditangkap karena kasus narkoba.

TABLOIDBINTANG.COM - Ditangkapnya komedian Nunung dan suaminya terkait kasus narkoba pada Jumat (19/7) siang, menambah panjang daftar artis pengguna narkoba.

Nunung dan suami diamankan petugas di rumahnya, kawasan Tebet, Jakarta Selatan, setelah kedapatan membeli narkoba dari seorang pria berinisial HM. Dari tangan HM, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit handphone dan uang 3.700.000 rupiah, yang diduga hasil penjualan narkoba.

Nunung dan suami ditangkap berdasarkan hasil pengembangan dari ditangkapnya HM, pada Jumat (19/7), pukul 12.30 WIB. Nunung diciduk dengan barang bukti berupa 1 klip sabu 0,26 gram, 2 klip kecil bekas bungkus sabu, 3 buah sedotan plastik, 1 buah sedotan plastik sendok sabu, 1 buah botol larutan cap kaki tiga, potongan pecahan pipet kaca, 1 buah kores api, dan 4 handphone.

Barang bukti. (dok. PMJ)
Barang bukti. (dok. PMJ)

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan pihaknya akan menggelar rilis kasus narkoba yang membelit Nunung dan suaminya pada Senin (22/7) pekan depan.

"Senin (mau rilis)," demikian pesan singkat yang dikirimkan Argo kepada salah satu wartawan, Jumat (19/7) malam.

Dalam foto yang beredar di kalangan wartawan, Nunung terlihat sangat sedih saat memperlihatkan formulir hasil tes urine atas nama dirinya. Hasil tes tersebut menyatakan bahwa Nunung positif menggunakan amphetamin, methamphetamin, dan benzodiazepine.

Nunung menunjukkan hasil tes urine. (dok. PMJ)
Nunung menunjukkan hasil tes urine. (dok. PMJ)

(man/ari)

Penulis Abdul Rahman Syaukani
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.