Pakai Narkoba, Nunung Kena Pengaruh Buruk Suami?

Ari Kurniawan Minggu, 21 Juli 2019 18:00:55
Nunung diamankan polisi terkait kasus narkoba. (Ari/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Nunung diamankan polisi terkait kasus narkoba. Dari hasil tes urine, pelawak bertubuh tambun yang sering mengompol itu dinyatakan positif menggunakan zat psikotropika hingga akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. 

Peristiwa ini cukup mengejutkan publik. Sebab, selama ini Nunung dikenal sebagai artis yang tidak pernah neko-neko. Berbagai spekulasi menyeruak. Salah satunya menyebut Nunung mendapat pengaruh buruk dari suaminya, Iyan Sambiran. 

Terkait dugaan tersebut, Bagus Permadi, anak laki-laki Nunung, tidak bersedia berkomentar. "Kalau masalah itu aku nggak tahu," jawab Bagus singkat, saat dijumpai di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (20/7). 

Bagus Permadi, anak Nunung. (Supriyanto/tabloidbintang.com)
Bagus Permadi, anak Nunung. (Supriyanto/tabloidbintang.com)

Bagus sendiri mengaku sama sekali tidak menyangka ibunya jadi pengguna narkoba. Selama tinggal serumah, Bagus tidak pernah melihat gelagat mencurigakan.

"Saya nggak tahu apa-apa tentang kejadian ini. Saya kaget, kaget sekali. Tidak tahu akan terjadi seperti ini," bilangnya. 

Saat penggerebekan terjadi pada Jumat (19/7), Bagus sedang berada di Solo, Jawa Tengah. Dia langsung kembali ke Jakarta setelah mendengar berita penangkapan Nunung

"Sebelum berangkat ke Solo itu aku komunikasi, pamit, ‘mah aku mau berangkat ke solo dulu’. Terus ya sudah. Terakhir itu sih," cerita Bagus. 

Nunung diamankan polisi terkait kasus narkoba. (dok. PMJ)
Nunung diamankan polisi terkait kasus narkoba. (dok. PMJ)

(ari)

Penulis Ari Kurniawan
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.