Polisi Ungkap Cara Unik Nunung saat Transaksi Narkoba

Ari Kurniawan Senin, 22 Juli 2019 08:15:25
Nunung Srimulat terjerat kasus narkoba (dok. PMJ)

TABLOIDBINTANG.COM - Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvin Simanjuntak, mengungkapkan pengakuan mengejutkan Nunung. Kepada penyidik dalam proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Nunung mengaku sudah 20 tahun menggunakan narkoba.

"Proses pemesanan ini yang aktif memesan adalah NN (Nunung). Selalu modusnya sama, tersangka TB (Bandar) selalu memesan dan diantarkan ke rumah tersangka NN di bilangan Tebet, dengan pembayaran secara cash," kata Calvin, di Polda Metro Jaya, Minggu (21/7).

Menurut Calvin, cara Nunung setiap kalai melakukan transaksi dengan tersangka TB cukup unik. Nunung menggunakan kata sandi khusus. 

Nunung Srimulat terjerat kasus narkoba (dok. PMJ)
Nunung Srimulat terjerat kasus narkoba (dok. PMJ)

"Ada modus yang unik yang dilakukan kesepakatan antara tersangka NN dan TB. Apabila ada siapapun yang menanyakan, apa kepentingan tersangka TB datang, mereka sepakati bahwa tersangka TB ini menyerahkan perhiasan," jelas Calvin. 

"Jadi seolah-olah ada jual-beli perhiasan. Itu pun diakui dan dituangkan di BAP. Pada saat penangkapan, TB mengakui awalnya dia menyerahkan perhiasan. Dengan adanya introgasi ada alat-alat terkait narkoba," lanjutnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Nunung bersama suaminya, Iyan Sembiran, ditangkap di kediaman mereka, di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (19/7). Saat penggeledahan, polisi menemukan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 0,36 gram.

Nunung Srimulat terjerat kasus narkoba (dok. PMJ)
Nunung Srimulat terjerat kasus narkoba (dok. PMJ)

(ari)

Penulis Ari Kurniawan
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.