Baim Wong Resmi Digugat Rp 100 Miliar

Abdul Rahman Syaukani Kamis, 25 Juli 2019 16:45:39
Baim Wong resmi digugat Rp 100 Miliar (Altov/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Manajemen artis QQ Production resmi menggugat Baim Wong dan Lucky Perdana pada Rabu (24/7) kemarin terkait kasus wanprestasi. Gugatannya didaftarkan ke Pengadilan Negeri Bogor, Jawa Barat.

"Digugatnya kemarin, kami masih menunggu panggilan sidang," ucap Didit Wijayanto selaku kuasa hukum Astrid dari manajemen artis QQ Production dalam jumpa pers di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (25/7).

Dalam gugatan perdata tersebut, Baim Wong dan Lucky Perdana digugat dengan kerugian materil sebesar Rp 1,4 miliar. Sementara kerugian imateril, Baim Wong sebesar Rp 100 miliar dan Lucky Perdana Rp 50 miliar.

"(Gugatan ke Baim dan Lucky) Langsung sekaligus kita gabungin. Ini gugatannya original, ini tanda resi pembayarannya," ucapnya lebih lanjut sambil memperlihatkan dokumen gugatan.

Masalah ini bermula dari adanya kesepakatan antara Baim Wong- Lucky Perdana dan manajemen artis QQ Production untuk sebuah pekerjaan. Di tengah jalan, kesepakatan yang tidak ada hitam di atas putih tersebut mengalami masalah karena satu dan lain hal.

Merasa dirugikan oleh Baim Wong dan Lucky Perdana, Astrid dari QQ Production sempat membuat laporan polisi ke Polda Metro Jaya atas tuduhan penipuan.

Sementara Baim Wong dalam klarifikasi terkait gugatan yang dilayangkan manajemen artis QQ Production, mengaku kebingungan dirinya dipermasalahkan meski telah mundur jadi Caleg dari salah satu partai politik. Baim Wong merasa kesepakatan dirinya dengan manajemen artis tersebut hanya soal pencalegan.
 
(Man)

Penulis Abdul Rahman Syaukani
Editor Suyanto Soemohardjo
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.