Sampaikan Penjelasan Kasusnya dengan Baim Wong, Astrid Menangis

Abdul Rahman Syaukani | 25 Juli 2019 | 21:45 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Astrid dari manajemen artis QQ Production menyampaikan penjelasan terkait kasus wanprestasi yang melibatkan Baim Wong dan Lucky Perdana. Penjelasan tersebut menanggapi pernyataan Baim Wong di akun vlog pribadinya, belum lama ini.

Dalam penjelasannya, Astrid tidak kuasa membendung air mata. Dia sedih sekali sejak kasus ini mencuat, mengaku mendapat banyak serangan dari netizen di dunia maya.

"Baim secara sosial baik, punya fans. Tidak ada satu pun yang memberikan komentar baik terhadap saya. Dibilang kalau mau duit kerja, justru saya kerja. Kalau saya enggak kerja, enggak mungkin saya minta hak saya. Beda kalau saya broker. Tapi ini saya kerja," ucap Astrid sambil berurai air mata dalam jumpa pers di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (25/7).

"Saya harus sewa gedung, bayar karyawan, dan tagihan-tagihan yang berkaitan dengan pengurusan ini," imbuhnya sambil terisak.

Didit Wijayanto selaku pengacara Astrid mengatakan, mundurnya Baim Wong sebagai caleg tidak lantas menggugurkan pekerjaan. Dan katanya, kesepakatan Baim Wong dengan manajemen artis QQ Production tidak melulu urusan pencalegan. Karena Baim Wong beberapa kali menerima pekerjaan dari partai yang dikenalkan Astrid.

"Mundur jadi caleg bukan berarti mundur dari pekerjaan. Dia punya hak, dia punya kewajiban. Mengisi acara partai apakah itu icon, caleg, brand ambassador atau yang lainnya," tuturnya.

Masalah ini bermula dari adanya kesepakatan antara Baim Wong- Lucky Perdana dan manajemen artis QQ Production untuk sebuah pekerjaan. Di tengah jalan, kesepakatan yang tidak ada hitam di atas putihnya tersebut mengalami masalah karena satu dan lain hal.

Merasa dirugikan oleh Baim Wong dan Lucky Perdana, Astrid dari QQ Production sempat membuat laporan polisi ke Polda Metro Jaya atas tuduhan penipuan. Astrid juga membuat gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Bogor, Jawa Barat, terhadap keduanya.
 
(Man)

Penulis : Abdul Rahman Syaukani
Editor: Abdul Rahman Syaukani
Berita Terkait