Kecewa Putusan Sidang Hak Asuh Anak, Tsania Marwa akan Banding

Supriyanto Kamis, 5 September 2019 07:00:20
Tsania Marwa keberatan dengan putusan hakim. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Drama sidamg perebutan hak asuh anak antara Tsania Marwa dan Atalarik Syah sampai pada putusan. Rabu (4/9), Majelis Hakim Pengadilan Agama Cibinong, Jawa Barat, memutuskan hak asuh anak diberikan kepada Atalarik Syah dan Tsanaia Marwa.

Anak sulung, Syarif Muhammad Fajri, diasuh oleh Atalarik Syach. Sementara anak kedua, Aisyah Shabira, diserahkan kepada Tsania Marwa.

Ernawati, kuasa hukum Tsania Marwa, mengatakan pihaknya keberatan dengan keputusan hakim. Sebab, Tsania menginginkan hak asuh kedua anak jatuh kepadanya. Atas hal ini tak menutup kemungkinan Tsania Marwa akan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi.

Tsania Marwa keberatan dengan putusan hakim. (Seno/tabloidbintang.com)
Tsania Marwa keberatan dengan putusan hakim. (Seno/tabloidbintang.com)

"Kita mau banding, cuma saya belum konsultasi ke Marwa karena kan maunya klien saya dua-duanya ke dia," ucap Ernawati usai sidang.

Pada sidang putusan, Tsania Marwa berhalangan hadir lantaran tidak enak badan. Dikatakan Ernawati, kliennya juga cemas jika datang hasil vonis tidak sesuai harapan.

"Karena mungkin takut keputusannya nggak sesuai keinginan, jadi saya mewakili Marwa berterimakasih untuk teman-teman yang sudah dua tahun ikutin perkembangan Marwa, meskipun keputusan ini belum selesai karena belum sesuai keinginan marwa," kata Ernawati. "Kita mau akan banding," Rizam Tadjoedin, kuasa hukum Tsania Marwa lainnya.

Tsania Marwa keberatan dengan putusan hakim. (Seno/tabloidbintang.com)
Tsania Marwa keberatan dengan putusan hakim. (Seno/tabloidbintang.com)

(pri/ari)

Penulis Supriyanto
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.