Sudah Dikaruniai 3 Anak, Ayu Dewi Akan Lakukan Tubektomi?

Altov Johar Jumat, 4 Oktober 2019 22:30:31
Ayu Dewi masih ragu melakukan tubektomi meski sudah dikaruniai tiga anak (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Ayu Dewi masih ragu melakukan tubektomi meski sudah dikaruniai tiga anak. Menurutnya, mesterilkan rahim merupakan keputusan besar dan butuh pertimbangan yang sangat matang. Tubektomi adalah proses pemotongan saluran indung telur (tuba fallopi), sehingga sel telur tidak bisa memasuki rahim untuk dibuahi.

"Enggak, belum (tubektomi). Karena itu keputusan besar. Kalau perempuan disteril itu udah diikat, digunting, jadi kalau mau punya anak lagi harus IVF atau bayi tabung. Repot gitu maksudnya, enggak seperti orang biasa. Maksudnya suami-istri berhubungan jadi, gitu," ujar Ayu Dewi di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan, Jumat (4/10).

Keinginan agar Ayu Dewi melakukan tubektomi setelah melahirkan anak ketiga justru muncul dari suaminya, Regi Datau. Sejak di ruang tunggu persalinan, Regi sudah mengingatkan Ayu untuk melakukannya.

"Kemarin di ruang tunggu lagi gue disuruh steril sama laki gue," ujar Ayu Dewi.

"Itu karena diingetin saja sama perawatnya. Perawatnya nanya, 'mau sekalian steril atau spiral?'. Saya bilang, 'kalau bisa istri disterilin saja'," sambung Regi Datau.

Meksi ragu, bukan berarti Ayu Dewi berencana mempunyai banyak anak. Baginya, tiga anak yang dimiliki pun sudah membuat suasana di rumah ramai.

"Nggak (berencana punya anak banyak). Sebenarnya mikirnya dua udah cukup. karena udah sepasang kan, tapi ya akibat perbuatan ibu bapaknya, hahaha, jadi terjadilah. Ya udah sekarang 3 aja mungkin," pungkas Regi Datau. 

(Tov)

Penulis Altov Johar
Editor Suyanto Soemohardjo
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.