Laporannya Diterima Polisi, Ini Ungkapan Kebahagiaan Nikita Mirzani

Supriyanto Rabu, 6 November 2019 11:00:48
Nikita Mirzani dimintai keterangan oleh polisi. (Supriyanto/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Nikita Mirzani diperiksa oleh penyidik terkait laporannya terhadap Elza Syarief dengan pasal fitnah dan pencemaran nama baik. Nikita diperiksa sebagai pelapor sekaligus melengkapi BAP.

Usai pemeriksaan 2,5 jam, Nikita Mirzani pun menebar senyum kepada wartawan yang menantinya. Ibu tiga anak itu mengungkap bahagia proses hukum untuk Elza Syarif.

"Senang sekali Niki hari ini datang ke Polres dengan penuh suka cita karena laporan Niki kepada Elza Syarief diterima pak kepolisian," ungkap  Nikita Mirzani di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Selasa (5/11).

Nikita Mirzani mengatakan dirinya tidak terima disebut mata-mata atau cepu oleh Elza Syarief.  Pemeriksaan kemarin untuk memperkuat tuduhannya terhadap Elza.

"Niki mau ngucapin terimakasih untuk pihak kepolisian karena sudah menerima laporan Niki dan dijalani dengan baik. Laporan ini pas Elza Syarief bilang kalau Niki informan polisi, alias cepu," kata Nikita Mirzani. Dalam laporan kali ini, Nikita telah membawa sejumlah bukti untuk diserahkan ke penyidik.

"Kalau bukti banyak yah yang bisa kita buka, dari media online maupun televisi itu sudah kami serahkan. Kita pun punya banyak bukti bukan didapatkan sendiri. Orang lain juga bisa. Artinya sudah tersebar secara umum. Masyarakat sudah mengetahui masalah ini," tutur Fahmi Bachmid.

Fachmi menambahkan, Elza Syarief dilaporkan dengan pasal 27 ayat (3) Jo 45 ayat (3), dengan ancaman hukuman 4 tahun. Sementara, Pasal 36 Jo pasal 51 ayat (2), dengan ancaman hukuman 12 tahun.

(pri/ari)

Penulis Supriyanto
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.