Fitri Salhuteru Ikut Diperiksa Terkait Tuduhan Nikita Mirzani Cepu Polisi

Supriyanto Selasa, 19 November 2019 10:00:50
Nikita Mirzani. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Nikita Mirzani dan kuasa hukumnya, Fahmi Bachmid, mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (18/11) malam. Sahabat Nikita, Fitri Salhuteru, tampak dalam rombongan.

Fitri Salhuteru ternyata ikut dimintai keterangannya sebagai saksi terkait laporan Nikita Mirzani yang tidak terima dituduh sebagai cepu oleh Elza Syarief.

"Jadi kedatangannya adalah untuk memenuhi melengkapi berkas untuk diperiksa dimintain keterangan, terkait laporannya Niki terhadap seseorang dan Kak Fitri diperiksa sebagai saksi yang mengetahui adanya sebuah kejadian dan juga bagaimana akibat dari persoalan itu mengakibatkan kerugian buat Nikita," ucap Fahmi Bachmid.

Nikita Mirzani. (Seno/tabloidbintang.com)
Nikita Mirzani. (Seno/tabloidbintang.com)

"Ada sekitar 15 pertanyaan sudah dijawab, termasuk dampaknya sudah dijelaskan kejadiannya seperti apa, dan ada sebetulnya bukan hanya satu saksi ya ada beberapa saksi tapi karena sudah malam jadi kita hanya hadirkan satu saksi," tambah Fahmi Bachmid.

Nikita Mirzani sendiri mengaku datang secara kusus untuk menemani Fitri. "Karena Kak Fitri nggak bisa kalau nggak ditemenin," kata Nikita Mirzan.

Fitri Salhuteru mengatakan diminta untuk bersaksi sebagai pelengkap berita acara pemeriksaan (BAP). Sebagai sahabat, Fitri pun ingin mengetahui fakta sebenarnya apakah Nikita benar seorang cepu.

"Iya dong, kita apalagi udah kayak saudara ya sama Niki, pastilah. Selain saya support dia untuk menghadapi apapun saya juga pengin tahu bener nggak, saya males juga temenan sama cepu, saya tiap hari sama dia masa saya main sama cepu," pungkas Fitri Salhuteru.

(pri/ari).

Penulis Supriyanto
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.