Mengaku Dianiaya Mantan Suami Dina Lorenza, Asisten Nathalie Holscher Lapor Polisi

Supriyanto Kamis, 5 Desember 2019 10:00:13
Asisten Nathalie Holscher mengaku dianiaya. (Supriyanto/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Stefano E. Tintingon atau Fano, asisten DJ seksi Nathalie Holscher, mengaku dianiaya hingga babak belur di Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (4/12), pukul 03.00 WIB. Diduga pelakunya adalah GS, mantan suami Dina Lorenza.

Henry Indraguna, kuasa hukum Fano, mengatakan pihaknya sudah membuat laporan ke Polda Metro Jaya dengan pasal penganiayaan dan pengeroyokan, di hari yang sama.

"Jadi yang jelas sudah betul kita sudah melaporkan ke polisi dan selanjutnya kami akan berkomunikasi dengan restoran tersebut," ujar Henry Indraguna di kantornya, Permata Hihau, Jakarta Selatan, Rabu (4/12).

Asisten Nathalie Holscher mengaku dianiaya. (Supriyanto/tabloidbintang.com)
Asisten Nathalie Holscher mengaku dianiaya. (Supriyanto/tabloidbintang.com)

"Stefano Elya Tintingon melaporkan atas dugaan pengeroyokan yang diatur dalam Pasal 170 KUHP," lanjutnya.

Henry menceritakan, pemukulan terjadi saat GS mencoba untuk menggoda Nathalie. Saat itu, Fano membela Nathalie Holscher.

Tak terima ditegur, GS kesal dan melayangkan bogem mentah kepada Fano. Bukan hanya GS, Fano juga mengaku dikeroyok oleh teman-teman GS.

Akibat kejadian tersebut, Fano pun mengalami luka-luka yang cukup serius, yakni di bagian kepala hingga tangan. Henry Indraguna berharap agar pihak kepolisian segera menindaklanjuti kasus ini secepatnya.

"Jadi kami minta kepada Kepolisian RI khususnya Polda Metro Jaya, karena ini sudah dilaporkan dan dugaannya penganiayaan untuk diproses secepatnya agar tidak terjadi lagi, peristiwa seperti kayak gini lagi," pungkas Henry Indraguna.

(pri/ari)

Penulis Supriyanto
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.