Maia Estianty Jadi Korban Penipuan Oknum Driver Ojol

Ari Kurniawan Jumat, 27 Desember 2019 19:00:05
Maia Estianty jadi korban penipuan oknum driver ojek online (Ojol). (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Maia Estianty jadi korban penipuan oknum driver ojek online (Ojol). Periswita bermula saat ibu tiga anak itu memesan makanan melalui aplikasi GoFood. 

Untuk pembayarannya, Maia Estianty menggunakan fasilitas Gopay. Namun, sang driver tiba-tiba mengaku tidak bisa melanjutkan pesanan karena ada masalah pada motornya. 

"Trus dia call mau ganti rubah sopor, dia minta gw klik *21* 082178912261#. Tau apa yang terjadi? Ternyata itu kode kita sedang mem-forward data telepon kita ke dia,” tulis Maia Estianty dalam postingannya di Instagram.

Seketika beberapa data penting Maia Estianty di ponselnya berpindah tangan. Saldo GoPay milik istri pengusaha Irwan Mussry itu pun terkuras. Bukan jumlah uang yang dipersoalkan Maia, tapi sejumlah akun lain miliknya juga diretas. 

"Yg bikin gw kesel, dia bisa meretas eplikasi gw yg lain2... Kayak Tokped, plus Whatsapp gw di delete dia," curhat Maia Estianty. Yang tak kalah mengejutkan, si penipu sempat mencoba membeli ponsel seharga belasan juta rupiah dengan kartu kredit milik Maia. 

Di bagian akhir curhatannya, Maia Estianty meminta pihak-pihak terkait, khususnya perusahaan penyedia aplikasi untuk memberi keamanan lebih pada pengguna. Ia juga mengajak orang-orang yang pernah mengalami kejadian serupa, untuk ikut bersuara. 

Maia Estianty jadi korban penipuan oknum driver ojek online (Ojol). (Seno/tabloidbintang.com)
Maia Estianty jadi korban penipuan oknum driver ojek online (Ojol). (Seno/tabloidbintang.com)

(ari)
 

Penulis Ari Kurniawan
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.