Ello Terpukul saat Tahu Mobil Mewah dari MeMiles Ternyata Bermasalah

RIK Kamis, 16 Januari 2020 14:30:23
Ello merasa dirugikan atas namanya yang terus dikaitkan dengan investasi bodong MeMiles. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Marcello Tahitoe atau Ello merasa dirugikan atas namanya yang terus dikaitkan dengan investasi bodong MeMiles. Ia pun tak menyangka mobil Mercedez Benz yang baru diterima pada Desember 2019 lalu menyeretnya ke ranah hukum. 

"Ya dia kaget sekali (saat tahu MeMiles bermasalah). Ya dia sudah banyak dapat ucapan selamat (soal mobil Mercedez), tapi ternyata penipuan. Secara mental kan down juga," kata Jaswin Damanik, kuasa hukum Ello saat dihubungi pada Rabu (15/1). 

Ello sendiri sudah menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Polda Jawa Timur terkait keterlibatannya di MeMiles. Ello pun bersedia jika mobil mewah yang didapatnya dari hasil investasi sebesar Rp 13 Juta diamankan polisi sebagai barang bukti. 

"Ya bersedia lah (jika mobil disita). Tapi kalau ada pengertian bisa dipakai dulu kan. Ya kasihan kan udah dapet hadiah, tapi ternyata gitu, kan kasian," tutur Jaswin Damanik. 

Terkait kerugian materiil yang harus diterima Ello setelah kasus MeMiles mencuat, pihaknya pun sudah menempuh jalur hukum. Ello bersama tim kuasa hukumnya sudah membuat laporan ke Polda Metro Jaya pada 13 Januari 2020 lalu atas dugaan penggelapan dan Tindak Pidana Pencucian Uang. 

"Dia (Ello) juga buat laporannya ke Polda Metro Jaya pada tanggal 13 Januari. Penggelapan, ada pasal Perbankan, dan TPPU. Kalau secara perdata ya harus diupayakan (soal mobil), ya dia komitmen dong. Dengan menjanjikan Mercy ya kita harus mengejar sampai sana. Makanya kita buat laporannya," pungkas Jaswin Damanik.

(rik)

Penulis RIK
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.