Tasya Kamila Dukung Wacana Penghapusan UN Sebagai Syarat Kelulusan Siswa

Rik Rabu, 29 Januari 2020 23:30:38
Tasya Kamila cenderung mendukung wacana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang berencana menghapus Ujian Nasional (Bambang/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Sebagai salah satu public figur yang memiliki concern terhadap dunia pendidikan, Tasya Kamila cenderung mendukung wacana pemerintah, dalam hal ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang berencana menghapus penyelenggaraan Ujian Nasional (UN). Diakui ibu satu anak itu, UN untuk para pelajar memang cukup membuat stres. 

"Kebijakan dihapusnya UN, aku rasa sih bagi aku yang dulu pernah UN dan merasakan stresnya menghadapi UN, ya merupakan suatu yang baik ya," kata Tasya Kamila di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (28/1). 

Menurutnya, tes semacam UN memang bisa menjadi salah satu tolok ukur penilaian setiap siswa. Namun jika hal tersebut menjadi penentu kelulusan siswa SMP dan SMA, hal itu dianggapnya kurang adil. 

"Memang ujian dibutuhkan untuk mengetahui kemampuan siswa menyerap pelajaran, tes diperlukan, tapi kalau UN doang yang jadi salah satu faktor terbesar kelulusan, kayaknya nggak fair karena kita belajar 3 tahun SMP ataupun SMA. Masa gara-gara perkara satu hari yang di mana hari itu aku lagi nggak fit, atau lagi stres yang parah sampai nggak lulus," lanjutnya. 

Bagi Tasya Kamila, wacana pemerintah untuk menghapus UN harus dibarengi dengan adanya metode baru yang lebih efektif. Menurutnya, pendidikan saat ini harus mengakomodir keragaman kemampuan setiap siswa di berbagai bidang, tak cuma sebatas mata pelajaran tertentu yang diujikan. 

"Dengan kebijakan yang baru jadi lebih baik sih, yang evaluasi sekolah sendiri biar paham si siswa ini bagaimana di sekolah selama 3 tahun, prestasinya atau apapun itu," pungkasnya. 

(Rik)

Penulis Rik
Editor Suyanto Soemohardjo
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.