Wabah Virus Corona, Jokowi Ajak Menyesuaikan Diri dengan Kebiasaan Baru

Redaksi Sabtu, 14 Maret 2020 02:00:13
Seiring merebaknya wabah virus corona, Presiden Jokowi menyarankan agar kita menyesuaikan diri dengan cara-cara baru (Dok. Instagram)

TABLOIDBINTANG.COM - Seiring merebaknya wabah virus corona, Presiden Jokowi menyarankan agar kita menyesuaikan diri dengan cara-cara baru. Setelah virus corona kian merebak, memang banyak saran disampaikan untuk menghindari tertular virus ini. Salah satu yang banyak disorot soal berjabat tangan, yang untuk sementara waktu sebaiknya dihindari dulu. 

Banyak alternatif lain untuk menyapa dan beramah-tamah tanpa berjabat tangan, seperti melakukan salam namaste yang dipraktekkan Presiden Jokowi saat membuka Musyawarah Nasional IX Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (12/3/2020). Namaste adalah tradisi mengucapkan salam dengan cara mengatupkan kedua tangan tanpa bersentuhan dengan lawan bicara. 

"Menghadapi wabah global virus korona, kita perlu menyesuaikan diri dengan kebiasaan-kebiasaan baru. Misalnya, tetap saling menyapa tanpa harus berjabat tangan, rajin mencuci tangan dengan sabun, mengenakan masker bagi yang sakit," tulis Jokowi di akun Instagramnya.

Foto Jokowi bersalam namaste dengan pengurus HKTI yang diunggah kemarin sudah disukai lebih dari 250 ribu netizen dan mengundang berbagai komentar. Seorang netizen menyarankan untuk menggalakkan memberi salam tanpa bersentuhan. Ada juga netizen yang menyarankan Jokowi untuk sementara melarang masyarakat Indonesia bepergian keluar negeri kalau bukan karena urusan yang mendesak. Banyak juga netizen yang curhat soal harga-harga kebutuhan pokok yang mendadak melambung tinggi.
 

Penulis Redaksi
Editor Suyanto Soemohardjo
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.