Sebelum Dinyatakan Positif Corona, Andrea Dian Sempat Didiagnosis Demam Berdarah

Indra Kurniawan Minggu, 22 Maret 2020 17:00:39
Sebelum Dinyatakan Positif Corona, Andrea Dian Sempat Didiagnosis Demam Berdarah (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Pengakuan mengejutkan dibuat Andrea Dian. Melalui akun Instagram pribadinya, @andreadianbimo, Minggu (22/3), Andrea mengumumkan dirinya positif mengidap COVID-19. 

"Aku positif terinfeksi COVID-19," aku Andre Dian dilihat tabloidbintang.com dari Instagramnya.

Kepada para pengikut Instagramnya, Andrea Dian menceritakan awal mula terinfeksi virus yang telah menelan ribuan korban jiwa tersebut. 

"Awalnya aku demam tinggi tanggal 13 Maret dan langsung dibawa ke RS swasta. Di sana aku didiagnosis demam berdarah dan langsung diopname," cerita Andrea. 

Pada 15 Maret Andrea Dian dinyatakan fit. Namun khawatir, ia diminta untuk cek toraks. Cek toraks merupakan pemeriksaan menggunakan radiasi gelombang elektromagnetik guna menampilkan gambaran bagian dalam dada. 

"Hasilnya bagus. Cek influenza, hasilnya negatif. Dan waktu scan paru ada flek di kanan dan kiri," jelas Andrea Dian yang rajin berolahraga. 

Andrea Dian kemudian melakukan cek swab keesokan harinya untuk mengetahui apakah ia terinfeksi COVID-19 atau tidak.

"Baru tanggal 18 Maret aku dikasih kabar kalau aku positif COVID-19," kata perempuan 34 tahun.

Andrea Dian kini diisolasi di sebuah rumah sakit rujukan pemerintah yang khusus menangani pasien COVID-19.

"Aku berusaha menjalani isolasi ini dengan positif dan semangat," pungkasnya. 

View this post on Instagram

Aku positif terinfeksi COVID-19. Melalui pesan ini aku pengen orang - orang terdekatku yang aku sayangi, dan orang-orang yang belakangan bertemu aku, bisa aware dan melakukan tindakan - tindakan pencegahan sebelum virus ini makin menyebar. Don’t worry, I’m okay. Awalnya aku demam tanggal 13 Maret dan langsung dibawa ke RS Swasta. Di sana aku didiagnosis Demam Berdarah dan langsung opname. Tanggal 15 aku udah mulai fit. Tapi karena khawatir aku diminta untuk cek thorax. Hasilnya bagus. Cek influenza, hasilnya negative. Dan waktu scan paru, ada flek di kanan dan kiri. Karena ada flek maka besoknya tanggal 16 Maret aku cek swab untuk tes apakah aku terinfeksi virus Covid-19 apa tidak. Baru tanggal 18 Maret aku dikasih kabar kalo aku positif Covid-19. Malem itu juga aku dipindahkan ke RS yang dirujuk pemeritah untuk aku diisolasi. Aku punya kondisi auto immune yang mana membuat aku punya tuntutan tertentu untuk menjaga kondisi immune ku. Aku sekarang ada di sebuah ruangan bersama 5 pasien positif lainnya dengan kondisi berbeda. Aku sehat dan tidak ada keluhan apapun. Tapi di ruangan ini beberapa temen tidak dengan kondisi sebaik aku. Perawat dan dokter di sini sangat ramah dan membantu. Tapi aku lihat sendiri bagaimana mereka sangat kuwalahan menghadapi banyaknya pasien, baik yang positif maupun yang suspect. Aku cukup beruntung mendapatkan tempat tidur, walau fasilitas kamar yang seadanya. Tapi di luar masih banyak yang tidak dapat tempat istirahat yang layak. Beberapa pasien bilang ada yang tidur di bangsal, bahkan di konteiner. Bila ada pihak yang berwenang membaca pesanku ini, mohon lebih diperhatikan lagi para tenaga medis ini, fasilitas dan penangan pasien yang diisolasi seperti hal – hal dasar; sanitizer, tissue, sabun, air minum, kami kekurangan. Yang juga penting adalah penanganan pasien yang membludak. Kami semua, baik pasien atau tenaga kesehatan di sini butuh pertolongan. Butuh peralatan yang layak dan system yang jelas. (lanjut di-comment)

A post shared by AndreaDian (@andreadianbimo) on

(Kur)

Penulis Indra Kurniawan
Editor Suyanto Soemohardjo
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.