Hari Ke-4 Tragedi Sriwijaya SJ-182, Tim SAR Gabungan Evakuasi 139 Kantong Jenazah

Redaksi Rabu, 13 Januari 2021 06:30:25
Hari Ke-4 Tragedi Sriwijaya SJ-182, Tim SAR Evakuasi 139 Kantong Jenazah

TABLOIDBINTANG.COM - Proses pencarian dan evakuasi bagian tubuh korban dan serpihan pesawat pesawat Sriwijaya SJ-182 route Jakarta-Pontianak terus berlangsung.

Hingga Selasa (12/1) pukul 21.00 WIB, ada tambahan signifikan terkait jumlah obyek pencarian, yakni  61 kantong bagian tubuh, 8 kantong serpihan kecil pesawat, dan 2 potongan besar pesawat. 

"Hingga malam ini, total penemuan body remain sebanyak 139 kantong, serpihan kecil pesawat 26 kantong, dan potongan besar pesawat sebanyak 26 kantong," papar Kabasarnas, Marsdya TNI (Purn) Bagus Puruhito saat konferensi pers di Posko Terpadu JICT 2 Tanjung Priok.

Tambahan tersebut berturut-turut diserahkan ke Posko Terpadu oleh KN SAR Karna sebanyak 24 kantong jenazah dan 1 diantaranya berupa partikel pesawat, kapal Bakamla 2 kantong, KP Pelatuk Polair 14 kantong, sea rider Marinir 3 kantong, KRI Kurau sebanyak 3 kantong, serta RIB 02 Lampung 20 kantong. 

Selanjutnya, body remain korban dibawa tim DVI ke RS Polri Kramatjati. Sedangkan serpihan pesawat diserahkan ke tim KNKT.

Terkait rencana operasi SAR hari ke-5, Rabu (13/1/2021), masih sama dengan hari ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat Sriwijaya SJ-182 route Jakarta-Pontianak dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (09/1/2021) sore sekitar pukul 14.40 WIB. 

Pesawat yang bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta tersebut mengangkut penumpang sebanyak 62 penumpang, terdiri dari 6 awak aktif, 40 orang dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi dan 6 awak sebagai penumpang. 

Basarnas

Penulis Redaksi
Editor Tubagus Guritno
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.