8 Hari Operasi SAR Sriwijaya Air SJ-182, Bagian Tubuh Korban yang Dievakuasi berjumlah 298 Kantong

Redaksi Minggu, 17 Januari 2021 02:00:33
Setelah 8 hari melaksanakan operasi SAR jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182, hingga Sabtu (16/1/2021) sebanyak 298 kantong human body remains (bagian tubuh korban) berhasil dievakuasi tim SAR gabungan.

TABLOIDBINTANG.COM - Setelah 8 hari melaksanakan operasi SAR jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182, hingga Sabtu (16/1/2021) sebanyak 298 kantong human body remains (bagian tubuh korban) berhasil dievakuasi tim SAR gabungan. Sementara untuk serpihan badan pesawat yang berhasil dievakuasi total sebanyak 54 serpihan kecil, dan 51 bagian serpihan besar.

Selanjutnya, operasi SAR oleh tim penyelam Sabtu (16/1/2021) malam dihentikan. Operasi dilanjutkan oleh kapal-kapal yang dilengkapi dengan peralatan underwater seperti multibeam echosounder dan Remotely Operated Vehicle (ROV).

"Malam ini sudah tidak ada penyelaman lagi karena faktor visibilitas. Namun, akan dilanjutkan oleh ROV untuk mencari obyek pencarian," jelas Mayjen TNI Bambang Suryo Aji, Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan, dan Kesiapsiagaan Basarnas, saat konferensi pers di JICT 2 pada Sabtu (16/1/2021) pukul 19.30 WIB.

Pesawat Sriwijaya SJ-182 route Jakarta-Pontianak dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (09/1/2021) sore sekitar pukul 14.40 WIB. Pesawat jatuh di kawasan Kepulauan Seribu pada koordinat 05°57’47.81’’ S – 106°34’10.76’’ E. Pesawat yang bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta tersebut mengangkut penumpang sebanyak 62 penumpang, terdiri dari 6 awak aktif, 40 orang dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi dan 6 awak sebagai penumpang.

Artikel ini diambil dari laman resmi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) basarnas.go.id

Penulis Redaksi
Editor Tubagus Guritno
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.