Operasi SAR Sriwijaya Air SJ-182: Temuan Tambah 1 Material Pesawat 

Redaksi Kamis, 21 Januari 2021 15:15:11
Operasi SAR jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 terus berlanjut (basarnas.go.id) 

TABLOIDBINTANG.COM - Operasi SAR jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 terus berlanjut, Rabu (20/1/2021).  Di hari ke-12, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 1 serpihan material pesawat. Total temuan sampai pukul 18.00 WIB, sebanyak 324 human remains, 64 serpihan pesawat, dan 55 potongan besar pesawat. 

Temuan diterima Direktur Operasi Brigjen TNI (Mar) Rasman MS di Posko Terpadu Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Tanjung Priok.  

"Tambahan material pesawat tersebut diserahkan bersamaan dengan kunjungan presiden tadi siang," katanya.

Rencana operasi SAR Kamis (21/01), tim SAR gabungan masih melaksanakan rencana seperti hari ini. Tim penyelam dari Basarnas, Denjaka, Taifib, Puslambair, Kopaska, Marinir, Bakamla, Polisi, Bea Cukai, Indonesia Diver Rescue Team (IDRT) dan lainnya fokus mencari pada 4 sektor yang sudah terbagi. 

Sedang tim permukaan air, tetap melakukan penyapuan pada 6 sektor. Tim darat juga melaksanakan penyisiran di bibir pantai sepanjang kawasan Kepulauan Seribu.  

"Koordinasi intensif juga kami lakukan dengan nelayan, karena material pesawat dan human remains yang belum berhasil kami evakuasi, diperkirakan sudah menyebar baik di permukaan maupun di dasar laut," jelas SMC.

Pesawat Sriwijaya SJ-182 rute Jakarta-Pontianak dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (09/1/2021) sore sekitar pukul 14.40 WIB. Pesawat jatuh di kawasan Kepulauan Seribu, antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, tepatnya pada koordinat 05°57’47.81’’ S – 106°34’10.76’’ E.

Artikel ini diambil dari laman basarnas.go.id.


Penulis Redaksi
Editor Suyanto Soemohardjo
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.