Covid-19: Lembaga Eijkman Tidak Temukan Varian Baru Virus 

Redaksi Jumat, 22 Januari 2021 23:59:23
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito (covid19.go.id)

TABLOIDBINTANG.COM - Tingginya kasus positif Covid-19 belakangan, bukan disebabkan munculnya varian baru virus Sars-Cov2 seperti di Inggris. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan, hal ini terbukti dari hasil pelacakan genum Sequencing oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman. 

"Hasil pelacakan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman menyatakan bahwa jumlah whole genum sequencing yang telah dikumpulkan kepada GISIAID atau bank data influenza di dunia sebanyak 244, tidak ditemukan mutasi B117 sampai saat ini. Namun, jenis mutasinya sudah banyak ditemukan ialah berjenis D614G ," tegas Wiku memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Gedung BNPB, Kamis (21/01) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden. 

Untuk menekan peluang adanya mutasi virus Sars-Cov2, yang harus dilakukan ialah dengan menekan replikasi atau infeksi virus dengan menghambat laju penularan. Caranya, dengan ketat menerapkan disiplin protokol kesehatan bagi masyarakat. Sehingga tidak ada ruang bagi virus untuk mereplikasi dirinya. 

Wiku mengingatkan masyarakat jangan pernah lengah dalam menerapkan protokol kesehatan, utamanya 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan. Dan yang paling diharapkan jangan sampai masyarakat menjadi korban terpaparnya kasus Covid-19. 

"Jika kita lengah menjalankan disiplin provtokol kesehatan, cepat atau lambat kita sendirilah yang akan menjadi bagian dari angka penambahan kasus positif maupun berada di ruang perawatan Covid-19," pesan Wiku.

Artikel ini diambil dari laman satgas covid19.go.id.

Penulis Redaksi
Editor Suyanto Soemohardjo
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.