Banyak Terjadi Bencana Alam, Nikita Mirzani Ajak Semua Lebih Peduli

Supriyanto Minggu, 24 Januari 2021 20:00:27
Banyak Terjadi Bencana Alam, Nikita Mirzani Ajak Semua Lebih Peduli

TABLOIDBINTANG.COM - Nikita Mirzani ikut prihatin atas terjadinya  bencana alam yang melanda Indonesia di awal tahun 2021. Ada bencana gempa di Majene, Sulawesi Barat, banjir di beberapa daerah, Manado, Bohor dan Kalimantan Selatan, juga bencana longsor di Sumedang.

Nikita Mirzani mengatakan, bencana alam yang terjadi merupakan kehendak Tuhan. Ibu tiga anak itu pun mengingatkan kepada semua orang untuk selalu waspada dan menjaga bumi.

"Bencana sih setiap tahun pasti ada, ya. Makanya nih kita sebagai manusia yang tinggal di bumi, harus lebih aware (waspada), harus lebih prihatin, kayak jangan buang sampah sembarangan, terus perhatikan lingkungan," ujar Nikita Mirzani di kawasan Jalan Tendean, Jakarta Selatan Sabtu (23/1). 

"Karena dampaknya nggak mungkin sebulan dua bulan ketahuan, palingan setahun," tambah Nikita Mirzani.

Menurut Nikita Mirzani, bencana alam tidak akan berhenti dan kemungkinan bisa terjadi lagi. Apalagi hutan-hutan juga makin dipangkas demi pembangunan.

"Nanti akan ada bajir lagi, atau apa, gitu. Terus pembangunan juga di daerah-daerah sudah makin banyak. Jadi kan perairan untuk air udah nggak ada. Jadi kasihan sih bumi," kata Nikita Mirzani.

Pemain film Comic 8 itu sadar pemerintah terus mencari solusi untuk menanggulangi bencana namun tidak mudah. Nikita Mirzani mengingatkan untuk tidak merusak bumi.

"Makanya, gimana ya harus cari solusi juga susah karena setiap awal tahun pasti ada bencana. Ya balik ke diri manusia masing-masing aja sih," pungkas Nikita Mirzani.

(pri)

Penulis Supriyanto
Editor Suyanto Soemohardjo
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.