Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj: Posting yang Penting, Jangan yang Penting Posting

Redaksi Senin, 1 Pebruari 2021 17:00:36
KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengajak semua pengguna media sosial bijak dalam bermuamalah (nu.or.id)

TABLOIDBINTANG.COM - KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengajak semua pengguna media sosial bijak dalam bermuamalah. "Saring sebelum sharing, posting yang penting jangan yang penting posting," ajaknya saat menyampaikan pidato rangkaian awal Hari Lahir NU pada Istighatsah dalam rangka memperingati Harlah NU yang ke-95, Minggu (31/1) malam. 

Tidak ada artinya konten-konten digital yang diproduksi kecuali dalam rangka mengajak kebaikan dan rekonsiliasi. Hal ini, jelas Kiai Said, telah diingatkan Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa ayat 114 yang artinya: Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. 

Bangkitnya gairah terhadap agama, menurut alumnus Ummal Qurra Arab Saudi ini, harus dikawal dengan ilmu agama yang memadai. Dakwah harus diorientasikan pada pendalaman ilmiah atau tafaqquh fid dîn. "Semangat tafaqquh inilah yang dulu mengantarkan Islam di era keemasan sebagai mercusuar ilmu pengetahuan dan teknologi sepanjang abad ke-7-13 M," ungkapnya. 

Semangat beragama dan diimbangi ilmu yang memadai dengan tafaqquh fid dîn ini dilakukan bersama agar Islam tidak berhenti sebagai jargon, sentimen, dan fatwa-fatwa hitam putih. "Islam adalah agama dan peradaban. Islam bukan sekadar hukum dan aturan, tetapi ilmu pengetahuan dan kemanusiaan,” tegasnya. 

Artikel ini diambil dari laman nu.or.id.


Penulis Redaksi
Editor Suyanto Soemohardjo
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.