Angela Gilsha Tak Salahkan Siapa-siapa, Akui Berat Ikhlaskan Kematian Marco Panari

Indra Kurniawan Jumat, 5 Pebruari 2021 18:30:04
Angela Gilsha sampai saat ini masih bertanya-tanya atas kematian Marco Panari, adiknya (Bambang/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Angela Gilsha sampai saat ini masih bertanya-tanya atas kematian Marco Panari, adiknya. Bukan penyebabnya. Angela Gilsha mempertanyakan kenapa Marco Panari dipanggil menghadap Tuhan lebih cepat. 

Hal itu diungkapkan melalui akun Instagram Angela Gilsha, Kamis (4/2) kemarin. Menyertakan curhatan, ia mengunggah foto-foto dirinya bersama Marco Panari semasa hidup.

"Sampai detik ini pun aku masih bertanya-tanya, kenapa sekarang Tuhan? Kenapa Marco? Marco masih kecil, masih banyak hal-hal yang perlu dia lakukan," tulis pendukung sinetron Samudra Cinta SCTV.

"Kariernya baru naik, baru kakak beliin mobil, kenapa?" tanyanya. 

Memang, sulit bagi Angela Gilsha menerima kenyataan adiknya sudah tiada. Terlebih kasus kematiannya sampai saat ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Angela Gilsha menerima kenyataan adiknya sudah tiada (Instagram)
Angela Gilsha menerima kenyataan adiknya sudah tiada (Instagram)

"Enggak ada yang perlu disalahkan dari kejadian ini. Memang sudah jalannya dan tidak ada yang bisa dilakukan lagi selain berdoa," kata Angel.

"Aku berusaha untuk bisa ikhlas tapi rasanya berat, sangat berat. Rasanya cuma waktu yang bisa menyembuhkan semuanya," ucapnya. 

Marco Panari meninggal di usia 23 tahun. Sebelum meninggal, Marco ditemukan tak sadarkan diri di sebuah apartemen di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Dugaan awal Marco meninggal karena tersedak mi instan. 

(Ind)


Penulis Indra Kurniawan
Editor Suyanto Soemohardjo
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.