Suplai Vaksin Terbatas, Laju Vaksinasi Covid-19 Tak Secepat Sebelumnya

Redaksi Jumat, 9 April 2021 14:30:47
Menkes Budi Gunadi Sadikin (setneg)

TABLOIDBINTANG.COM - Vaksinasi Covid-19 mendatang lajunya tidak secepat sebelumnya. Telah terjadi embargo di beberapa negara produsen vaksin.

Di Eropa dan beberapa negara di Asia seperti India, Filipina, Papua Nugini, serta beberapa negara di di Amerika Selatan seperti Brazil, terjadi lonjakan ketiga kasus aktif Covid-19.

Kondisi ini berakibat negara yang memproduksi vaksin di lokasi tersebut mengarahkan agar produksi vaksin produksinya tidak boleh diekspor, hanya boleh dipakai di negara masing-masing.

Ratusan negara di dunia termasuk Indonesia merasakan dampaknya. Jumlah vaksin yang tadinya tersedia untuk bulan Maret dan April masing-masing 15 juta dosis atau total 30 juta dosis hanya bisa dapat 20 juta dosis.

''Kita atur kembali, sehingga kenaikannya tidak secepat sebelumnya. Karena memang vaksinnya yang berkurang suplainya,'' kata Budi.

"Mudah-mudahan bulan Mei bisa kembali normal. Kita bisa melakukan vaksinasi dengan rate seperti sebelumnya yang terus meningkat,'' ucap Budi.

Karena keterbatasan suplai vaksin, lanjut Budi, prioritas penerima vaksinasi mesti diperjelas. Prioritas diatur berdasarkan risiko terpapar.

Data di Kementerian Kesehatan menunjukkan dari 1,5 juta yang terpapar, sebanyak 10% nya Lansia di atas 60 tahun. Tapi dari 100% yang wafat, 50% nya adalah Lansia.

''Jadi kelihatan sekali bahwa teman-teman kita di atas 60 tahun itu berisiko tinggi. Kalau kita lihat yang masuk rumah sakit yang wafat untuk non Lansia hanya sekitar 10% dari total yang masuk, tapi kalau Lansia hampir tiga kali lipat,'' tutur Budi.

Dengan adanya keterbatasan vaksin di bulan April ini akan diarahkan untuk disuntikkan kepada Lansia.

Artikel ini diambil dari laman Kemkes.go.id.


loading...
Penulis Redaksi
Editor Suyanto Soemohardjo
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.