Seorang Pria Meninggal Setelah Vaksinasi, Ini Penjelasan Komnas KIPI

Redaksi Rabu, 12 Mei 2021 13:00:23
Foto kedatangan vaksin AstraZeneca (covid19.go.id)

TABLOIDBINTANG.COM - Seorang pria berusia 22 tahun asal Buaran, Jakarta, meninggal dunia sehari setelah menjalani vaksinasi Covid-19. Hingga saat ini penyebab meninggalnya almarhum masih belum cukup bukti untuk dikaitkan dengan vaksinasi.

Prof. Hindra Irawan Satari, Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) mengatakan pihaknya belum mendapatkan cukup bukti untuk mengaitkan kejadian itu dengan vaksinasi.

''Komnas bersama Komda DKI sudah audit bersama pada Jumat yang lalu, dan internal Komnas kemarin sore menyimpulkan bahwa belum cukup bukti untuk mengaitkan KIPI ini dengan imunisasi. Masih perlu dilakukan investigasi lebih lanjut,'' katanya.

Pria bernama Trio Fauqi Virdaus meninggal pada Kamis (6/5). Almarhum disuntik vaksin AstraZeneca pada sehari sebelumnya.

Mulanya almarhum merasa demam panas setelah mendapatkan suntikan vaksin. Kondisinya melemah dan masih mengalami demam pada hari Kamis. Dia dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal sekitar pukul 12.30 WIB.

Kementerian Kesehatan turut berduka atas meninggalnya Almarhum. Hasil investigasi Komnas dan Komda KIPI bisa segera didapatkan.

Komnas KIPI adalah lembaga yang kredibel dan independen yang memiliki fungsi dalam mengawasi pelaksanaan vaksinasi khusus untuk kejadian ikutan pasca imunisasi.

Berdasarkan data Komnas KIPI hingga saat ini belum pernah ada kejadian orang yang meninggal dunia akibat vaksinasi Covid-19 di Indonesia.

Beberapa kasus sebelumnya, meninggalnya orang yang statusnya telah divaksinasi karena penyebab lain, bukan akibat dari vaksinasi yang diterimanya.

Sumber: kemkes.go.id.


Penulis Redaksi
Editor Suyanto Soemohardjo
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.