Tegaskan Tak Akan Lepas Hijab Setelah Cerai, Alvin Faiz Sebut Larissa Chou Bidadari Dunia Akhirat

Indra Kurniawan Selasa, 25 Mei 2021 22:30:13
Tegaskan Tak Akan Lepas Hijab Setelah Cerai, Alvin Faiz Sebut Larissa Chou Bidadari Dunia Akhirat (Dok. Instagram)

TABLOIDBINTANG.COM - Larissa Chou dikhawatirkan bakal lepas hijab jika nanti resmi cerai dengan suaminya, Muhammad Alvin Faiz, putra sulung almarhum Ustaz Arifin Ilham. Kekhawatiran yang cukup beralasan.

Sebab, sebelum menikah dengan Alvin, wanita kelahiran Cirebon, 23 April 1996, pemeluk agama lain. Apalagi Larissa adalah putri dari motivator agama Kristen bernama Chou Lingling.

Larissa Chou yang besar di Bandung, memeluk Islam pada 2015. Ia mualaf sebelum menikah dengan Alvin Faiz. Keduanya menikah 6 Agustus 2016 di Kompleks Masjid Jami Az-Zikra, Sentul Selatan, Bogor.

Terkait rencana lepas hijab setelah resmi janda, Larissa Chou menegaskan tetap berpegang teguh dan konsisten pada pendiriannya untuk tidak lepas hijab. Hal tersebut diungkap Larissa saat melakukan sesi tanya jawab di Instagramnya.

"Udah banyak banget yang takut aku lepas hijab karena hal ini. Enggak akan. Insya Allah Insya Allah selalu istiqomah. Karena niat berhijab pun bukan karena manusia, karena Allah untuk Allah," kata Larissa Chou.

Alvin sendiri kagum atas keteguhan hati Larissa Chou. Kekaguman tersebut ia ungkapkan lewat 3 kata di Insta Story Instagramnya. Dia mengunggah kutipan jawaban Larissa atas isu lepas hijab dari sebuah media.

"Bidadari dunia akhirat, aamiin," Alvin Faiz memuji istri yang telah memberinya seorang putra, Muhammad Yusuf Alvin Ramadhan.

Larissa Chou menggugat cerai Alvin ke Pengadilan Agama Cibinong Jawa Barat, 20 Mei 2021 lalu. Sebelum gugat, Larissa dan Alvin sudah satu bulan pisah rumah.

(Ind)


Penulis Indra Kurniawan
Editor Suyanto Soemohardjo
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.