Kepala BNN Budi Waseso Pastikan Haris Azhar Kontras Tak Akan Jadi Tersangka

TEMPO Senin, 8 Agustus 2016 17:00:03
Kepala Badan Narkotika Nasional Budi Waseso (Foto: Tempo)

TABLOIDBINTANG.COM - Kepala Badan Narkotika Nasional Budi Waseso memastikan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) tak bakal jadi tersangka. Menurut dia, laporan BNN terhadap Haris di kepolisian hanya untuk melancarkan penggalian informasi seputar testimoni tentang gembong narkotika Freddy Budiman.

“Ini nanti kalau tidak ada bukti, Haris pasti tersangka, jangan asumsi. Pemahaman hukum jangan dengan emosional,” ujar Budi Waseso kepada Tempo di kantornya, Jumat,  5 Agustus 2016. Kalau polisi sudah menyelidiki dan tak ditemukan cukup alat bukti, kata Waseso, Haris harus bertanggung jawab.

Caranya, menurut dia, Haris harus mempublikasikan bahwa info yang disebar saat Freddy dieksekusi mati pada Jumat dini hari, 29 Juli 2016 itu tidak benar. “Sehingga opini di masyarakat hilang,” ujar mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri itu.

Waseso menegaskan pelaporan Haris semata-mata agar polisi berwenang menelusuri informasi tersebut. Jika tidak ada laporan, kata dia, polisi tidak bisa bertindak. “Laporan polisi itu sebagai dasar untuk memanggil saudara Haris. Ini kan untuk legalisasi proses.” Dia khawatir kalau tidak melalui prosedur yang resmi Haris bisa menolak panggilan tersebut.

Sebelumnya, Haris membeberkan pengakuan Freddy yang didapatkannya saat bertemu di Lembaga Pemasyarakatan Batu, Nusakambangan, Jawa Tengah, pada 2014. Testimoni itu ia beri judul'Cerita Busuk Seorang Bandit' dan diunggah di  akun Facebook resmi KontraS pada 28 Juli 2016.

Tulisan itu muncul tak lama setelah eksekusi Freddy dan tiga terpidana mati kasus narkotika lainnya. Cerita tersebut kemudian menyebar dengan cepat. Dalam tulisan itu disebutkan BNN, TNI, dan Polri terlibat dalam bisnis narkotika Freddy. BNN, TNI, dan Polri lantas melaporkan Haris ke Badan Reserse Kriminal Polri atas dugaan pencemaran nama baik. Haris juga dinilai telah melanggar Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

 

TEMPO.CO


Penulis TEMPO
Editor Suyanto Soemohardjo
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore