Setelah Bomber Jacket, Giliran Payung Jokowi Jadi Bahan Pembicaraan Netizen

Andira Putri Jumat, 2 Desember 2016 17:30:18
Setelah bomber jacket, giliran payung Jokowi yang jadi viral (Foto: Tempo)

TABLOIDBINTANG.COM - Gaya Presiden Joko Widodo alias Jokowi kembali menjadi bahan pembicaraan netizen. Setelah bomber jacket, kali ini giliran payung Jokowi yang jadi viral di dunia maya. Jokowi terlihat menggunakan payung berwarna biru ketika hendak salat Jumat di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat (2/11). 

Payung tersebut melindungi langkah Jokowi dari terpaan hujan deras yang membasahi kota Jakarta sejak tadi siang. Kehadiran Jokowi di Monas sekaligus untuk mengunjungi masyarakat yang berpartisipasi dalam aksi super damai 212. Aksi ini adalah kelanjutan dari aksi bela Islam pada Jumat (4/11) lalu.

Jokowi tidak datang sendiri. Jokowi ditemani oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Menteri Agama Lukman Syaifudin dan sejumlah pejabat lainnya. Payung yang dikenakan Jokowi tersebut langsung ramai dibicarakan netizen. Banyak netizen menyebutkan jika payung ini menjadi tren baru setelah bomber jacket maupun kemeja kotak-kotak khas Jokowi.

"Gile. Kemarin jaket, sekarang payung. Pak Jokowi memang trendsetter...hihi," tulis salah satu netizen. "Trendsetter nih presidenku @jokowi . Siap2 aja ludes di pasaran mulai dr jaket bomber, batik solo sampe payung biru," komentar netizen lain. "Gue si udeh duga pasti payung jokowi yg bakal beken pas lagi menuju solat jumat tadi," kata netizen lain.

Hal yang lebih menghebohkan adalah sudah ada beberapa netizen yang siap membuka pemesanan payung biru ala Jokowi. Benar-benar trendsetter!

(dira/yb)

Penulis Andira Putri
Editor Suyanto Soemohardjo
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.