Hari Musik Nasional: Raisa dan Ita Purnamasari Mendapat Hadiah Sepeda dari Jokow

TEMPO Kamis, 9 Maret 2017 22:30:12
Raisa berfoto bersama Presiden Jokowi, bunda Iffet, Kaka Slank di Istana Negara (Dok. Instagram)

TABLOIDBINTANG.COM - Perayaan Hari Musik Nasional berbuah ceria bagi sejumlah musisi. Presiden Joko Widodo menghadiahi penyanyi Raisa sebuah sepeda setelah pelantun lagu Terjebak Nostalgia itu sukses menjawab kuis dan menyanyikan lagu Indonesia Pusaka, di Istana Negara, Kamis (9/03).

“Iihh..., dapat sepeda,” begitu  ekspresi kegembiraan Raisa seraya tertawa. Raisa datang ke Istana Negara bersama sejumlah musisi  pengurus Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) atas undangan Jokowi guna merayakan Hari Musik Nasional yang jatuh pada  9 Maret.

Selain beramah-tamah, tentu saja Presiden tidak meninggalkan ciri khas-nya setiap menjumpai komunitas tertentu, yakni mengajukan kuis dengan hadiah sepeda. Kali ini, selain Raisa, yang juga mendapat hadiah sepeda adalah kelompok Bimbo. Andre Hehanusa, dan Ita Purnamasari.

Kepada Sam, Acil, dan Jaka dari Bimbo, presiden meminta mereka bernyanyi sebelum memberikan hadiah. "Satu lagu saja," kata Jokowi . Tanpa ragu ketiganya pun menyanggupi. Acil rupanya sudah menyiapkan soft file lagu berjudul Sajadah Panjang. "Saya suka ini. Ada persiapan di situasi yang mendadak," ucap Jokowi.

Lirik lagu Sajadah Panjang pun mengambang di aula Istana Negara. Meski sudah menginjak usia 73 tahun, suara Sam masih terdengar jernih dan merdu. Hadirin pun langsung memberikan tepuk tangan usai lagu Sajadah Panjang berakhir. "Enaknya begini kalau mengundang ke istana. Kalau bayar kan mahal banget sekarang," tutur Jokowi.

Ita Purnamasari yang diminta menyebutkan lima lagu daerah, bisa menjawab dengan baik.  Lalu dia pun menembangkan lagu berjudul: Ilir-ilir. Terakhir, Andre lancar menyebutkan enam suku di Indonesia. Kemudian ia menyanyikan Widuri, lagu yang pernah dipopulerkan Bob Tutupoly

Sebelum itu, dalam sambutan yang berjalan sangat cair dan bersahabat, Jokowi ingin industri musik Indonesia bisa berkembang seperti budaya K-Pop di Korea Selatan. "Kami ingin musik Indonesia mendominasi semua tempat, ruangan, dan kalangan di tanah air. Bukan musik dari Barat dan negara lain," kata Jokowi.

Momentum Hari Musik Nasional ini digunakan Ketua PAPPRI Tantowi Yahya untuk menyampaikan harapan kepada pemerintah agar menegakkan Undang-undang No.28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Menurut dia, bila UU itu bisa konsisten dijalankan akan berdampak kepada kreativitas para pemusik dan pencipta lagu. "Kesejahteraan mereka bisa meningkat," ucapnya.

TEMPO.CO

Penulis TEMPO
Editor Suyanto Soemohardjo
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.