2 Mahasiswi Unpar Jadi Wanita Indonesia Pertama Raih Puncak Alaska

TEMPO | 4 Juli 2017 | 09:45 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Dua mahasiswi dari tim The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Parahyangan (WISSEMU) Bandung akhirnya menapakkan kaki di puncak Gunung Denali, Alaska, Amerika Utara. Kesuksekan meraih puncak gunung setinggi 6.190 meter dari permukaan laut (mdpl) itu terjadi pada Sabtu, 1 Juli 2017, pukul 19.40 waktu setempat, atau Ahad, 2 Juli, pukul 22.40 WIB.

Sesampainya di puncak, tim WISSEMU mengibarkan bendera Merah Putih di puncak ke-6 yang mereka raih itu dan membunyikan angklung.

Kabar gembira itu disampaikan langsung oleh salah seorang pendaki, Tim WISSEMU, Fransiska Dimitri Inkiriwang via telepon satelit pada Senin, 3 Juli 1017 pukul 01.30 lalu kepada tim pendukung di Tanah Air. “Terima kasih doanya semua teman-teman di Indonesia, perjalanan kita masih jauh, mohon terus doanya. Ini semua kami persembahkan untuk persatuan Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika!” katanya.

Bersama rekan sebayanya, Mathilda Dwi Lestari, 23 tahun, mereka mencatatkan diri sebagai perempuan pertama Indonesia yang meraih puncak Alaska. Koordinator tim pendukung di Bandung, Nadya Adriane Pattiasina mengatakan, upaya menuju puncak dari High Camp di ketinggian 5.242 mdpl pada 1 Juli 2017 pukul 10.00 waktu setempat, ditempuh selama 7 jam 40 menit perjalanan. " Jarak pendakian menjelang puncak itu sejauh 4,01 kilometer dengan kenaikan elevasi setinggi 901 meter," kata Nadya, Senin, 3 Juli 2017.

Pendakian itu melalui jalur The West Buttress. Meskipun perjalanan menuju puncak dari titik terakhir ditemani cuaca cerah, angin kencang dan suhu minus 30 derajat Celsius juga mengiringi. Untuk mencapai puncak Gunung Denali, Tim WISSEMU telah melalui perjalanan panjang kurang lebih 13 hari terhitung sejak 19 Juni 2017.

Musim pendakian ke puncak Gunung Denali kali ini, kata Nadya, cukup sulit bagi para pendaki karena kondisi cuaca dari awal musim yang terus dihantam oleh hujan salju dan badai. Tim sempat beberapa kali terkena whiteout, yakni kondisi cuaca hujan salju yang mengakibatkan jarak pandang menjadi kabur sehingga mengaburkan horizon.

Sebuah gunung lagi menjadi target selanjutnya untuk melengkapi ekspedisi tujuh gunung tertinggi di beda benua (Seven Summits) mereka yaitu Puncak Everest di Himalaya.

 

TEMPO.CO

Penulis : TEMPO
Editor: TEMPO
Berita Terkait