Ahmad Dhani: Menjadikan Saya Tersangka, Berarti Polisi Bela Penista Agama

TEMPO | 11 Oktober 2017 | 17:40 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Ahmad Dhani kembali meluncurkan pernyataaan kontroversial menyusul pemeriksaannya dalam kasus ujaran kebencian di Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan.

Menurut Dhani, cuitan di Twitter dia tujukan kepada para pembela penista agama secara umum. Unggahan pada 6 Maret 2017 tersebut juga tidak untuk mengajak publik membenci etnis atau pemeluk agama tertentu. Itu sebabnya, dia yakin tidak bisa dijerat dengan tuduhan ujaran kebencian lewat media sosial. 

“Kalau polisi menjadikan saya tersangka, berarti polisinya juga pembela penista agama,” kata Ahmad Dhani ketika dihubungi Tempo pada Selasa malam, 10 Oktober 2017.

Pengaduan Jack Lapian merujuk pada cuitan Dhani pada akun Twitter @AHMADDHANIPRAST, yang dianggapnya menyebarkan kebencian menjelang Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta putaran kedua.

Pada Februari dan Maret 2017, di Twitter Dhani berkali-kali menggunakan frasa penista agama, seperti pada 6 Maret 2017 dia menulis, “Siapa saja yang dukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya -ADP.” Pada 7 Maret 2017, akun ini pun mengunggah, “Sila Pertama KETUHANAN YME, PENISTA Agama jadi Gubernur...kalian WARAS?? -ADP.”

Kemarin, Selasa, 10 Oktober 2017, Dhani memenuhi panggilan pemeriksaan kedua sebagai saksi terlapor di Polres Jakarta Selatan. Dhani menegaskan, pemeriksaan polisi tidak menyurutkan dirinya untuk terus mengujarkan kebencian kepada pembela penista agama secara umum.

“Penista agama, kok dibelain,” ujarnya.

Jack Lapian mengatakan, dari beberapa kicauan yang dijadikan barang bukti laporan kepada polisi terlihat Ahmad Dhani memang menujukan frasa penista agama itu kepada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang kala itu calon inkumben Gubernur DKI Jakarta. Jack mencontohkan kicauan Dhani pada 7 Februari 2017 yang berbunyi, “Yang menistakan agama si Ahok...yang diadili KH. Ma'ruf Amin... -ADP.”

“Ahmad Dhani tidak mengakui, tidak apa-apa. Nanti bisa diuji,” kata dia kepada Tempo, Selasa, 10 Oktober 2017.

 

TEMPO.CO

 

Penulis : TEMPO
Editor: TEMPO
Berita Terkait