Diangkut Truk, Ini Daftar Barang Bukti Kasus First Travel

TEMPO Jumat, 8 Desember 2017 08:15:53
Bos First Travel, Anniesa Hasibuan dan Andika Surachman. (Ryan/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - 11 mobil mewah dan sebuah truk bermuatan barang bukti milik bos First Travel, Anniesa Hasibuan dan Andika Surachman, diserahkan penyidik dari Badan Reserse Kriminal Mabes Polri ke Kejaksaan Negeri Depok, Jawa Barat. Anniesa dan Andika jadi tersangka dugaan penipuan dan pengelapan serta tindak pidana pencucian uang.

Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum, Heri Jerman mengatakan barang bukti untuk kasus First Travel berjumlah 807 item berupa barang bergerak maupun dokumen. "Ada uang senilai Rp 1,537 Milyar akan ditransfer dari rekening Polri ke rekening Kejari Kota Depok," kata dia, Kamis (7/12).

Barang bukti di antaranya terdiri dari baju dan gaun sebanyak 774 lembar, kuintasi pembayaran pelunasan sebanyak 2.040 lembar, 11 unit mobil, tiga unit rumah tinggal, satu unit apartemen, satu kantor milik First Travel.

Untuk mobil, kata Heri, dari 11 unit sudah ada lima unit yang bukan lagi aset milik First Travel. Lima unit sudah dilakukan Akte Jual Beli (AJB) sebelum kasus dugaan penggelepan terungkap. "Kira-kira dua bulan atau tiga bulan sebelumnya sudah di AJB," ujarnya.

Menurut Heri, selain pernyerahan barang bukti, tiga orang tersangka yakni Andika Surachman, Anniesa Hasibuan, dan Kiki Hasibuan akan dijadikan tahanan oleh Jaksa Penuntut Umum. "Selanjutnya ketiganya akan dititipkan di Rumah Tahanan Depok," kata dia.

Ketiga tersangka penipuan biro umrah First Travel itu, kata Heri, didakwa melanggar pasal 372 dan 378 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. Selain itu, mereka dikenakan pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman penjara selama 20 tahun.

TEMPO.CO

Penulis TEMPO
Editor Ari Kurniawan
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.