Ketika Kapolri Tito Jadi Imam Salat untuk Panglima dan 2 Kepala Staf TNI

TEMPO Jumat, 29 Desember 2017 00:30:15

TABLOIDBINTANG.COM - Tersebar foto yang memperlihatkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian tengah menjadi imam sholat untuk Panglima TNI Hadi Tjahjanto dan dua kepala staf TNI, yaitu Kepala Staf TNI AD Jenderal Mulyono dan Kepala Staf TNI AL Laksamana Ade Supandi.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Mohammad Iqbal, membenarkan foto yang beredar tersebut.

Iqbal mengatakan foto tersebut diambil saat kegiatan hari ini, Kamis, 28 Desember 2017 di Pontianak.

“Ya, benar. Foto itu pas sholat zuhur jamak ashar di kodam XII/Tanjungpura, usai arahan panglima TNI dan Kapolri pada semua insan pers TNI POLRI di jajaran kodam XII/ TP dan Polda Kalbar,” kata Iqbal melalui pesan singkat kepada Tempo, Kamis, 28 Desember 2017.

Ia menjelaskan bahwa Kapolri tak hanya sekali menjadi imam. “Pak Tito sering kok jadi imam,” ujarnya. Setelah selesai sholat ashar, menurut Iqbal, Kapolri akan lanjut untuk mendampingi Presiden Jokowi dalam kegiatan natal bersama di Rumah Radank Kota Baru Jl.Sultan Rahman Pontianak.

Sebelumnya, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Tito Karnavian, KSAD Jenderal Mulyono dan KSAL Laksamana Ade Supandi pernah melakukan terbang bersama dalam acara penyerahan brevet kehormatan penerbangan dari Panglima TNI kepada Kapolri, KSAD, dan KSAL. Keempatnya terbang dari Landasan Udara Halim Perdanakusuma menuju Pangandaran dan sebaliknya. Perjalanan dari dan menuju Pangandaran memerlukan waktu sekitar 30 menit.

Sekembalinya keempat kepala matra, penyerahan brevet dilangsungkan di Lanud Halim Perdanakusuma. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto telah merencanakan penyerahan brevet ini sejak Agustus 2017, sejak masih menjabat sebagai KASAU dan belum menjadi Panglima TNI.

TEMPO.CO

Penulis TEMPO
Editor Tubagus Guritno
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.