Alexis Ditutup, Eks Karyawan Demo Menyesal Pilih Anies Baswedan

TEMPO Kamis, 29 Maret 2018 21:20:38
Eks karyawan Alexis berdemo saat Satuan Polisi Pamong Praja mendatangi lokasi untuk menutup Alexis secara resmi, Kamis, 29 Maret 2018 (Tempo)

TABLOIDBINTANG.COM - Gubernur Anies Baswedan mencabut izin usaha grup Alexis, PT Grand Ancol Hotel. Siang hari ini Kamis 29 Maret 2018, Anies Baswedan memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) secara resmi menutup tempat ini.

Kedatangan Satpol PP diwarnai aksi demonstrasi puluhan eks karyawan Alexis yang mempertanyakan nasib mereka, dan menyesal pilih Anies Baswedan di 2017. Pendemo terlihat membawa poster berisikan tuntutan mereka terhadap Anies. Pendemo juga terlibat aksi saling dorong dengan petugas Satpol PP yang datang. Beberapa kali terdengar eks karyawan meneriakkan nama Anies Baswedan. "Nyesal pilih Anies," teriak salah seorang karyawan dari kerumunan.

Salah seorang karyawan Alexis, Nurmansyah menginginkan Pemerintah Provinsi DKI memikirkan nasib mereka. Menurutnya ada sekitar 500 orang eks karyawan Alexis yang dirumahkan. "Karyawan dari warga sekitar sini, Jabodetabek juga banyak, dan ada juga karyawan pendatang," ucap Nurmansyah kepada awak media, Kamis, 29 Maret 2018.

Nurmansyah tak memasalahkan jika Alexis ditutup karena banyak ditemukan pelanggaran seperti prostitusi dan narkoba. Yang paling penting, kata dia, Anies memikirkan nasib mereka setelah ini. "Sampai saat ini belum ada negosiasi dari Pemprov, kalau dari perusahaan kami sudah dapat kompensasi pesangon, gaji terakhir, bahkan uang THR," tuturnya.

Anies Baswedan mengerahkan 30 anggota Satpol PP yang semuanya perempuan untuk mendatangi Hotel Alexis di Jalan R.E. Martadinata Nomor 1, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara. Anies menugaskan mereka mengawasi kegiatan di gedung yang dikelola PT Grand Ancol Hotel itu.

Anies Baswedan menekankan, penutupan Alexis telah dilakukan sesuai dengan aturan dan cara-cara terhormat. Yakni, berdasarkan usulan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, pencabutan tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, lalu mengirim surat pencabutan TDUP kepada manajemen.

<small grey;="" font-style:="" italic;="" font-size:="" 11px;="" line-height:="" 0em;"="">TEMPO.CO

Penulis TEMPO
Editor Suyanto Soemohardjo
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.