Jembatan Widang Ambruk, Polisi Memastikan Hanya 1 Orang Korban Meninggal

TEMPO Selasa, 17 April 2018 22:00:37
Jembatan yang menghubungkan Kecamatan Widang, Tuban dan Kecamatan Babat, Lamongan, Jawa Timur, ambrol (Dok. Polres Tuban)

TABLOIDBINTANG.COM - Jembatan yang menghubungkan Kecamatan Widang, Tuban dan Kecamatan Babat, Lamongan, Jawa Timur, ambrol, pada Selasa siang, 17 April 2018. Polisi memastikan korban meninggal akibat Jembatan Widang ambruk hanya satu orang. Sebelumnya dikabarkan akibat ambrolnya Jembatan Widang itu dua orang meninggal.

"Perkembangan terakhir satu meninggal. Satunya luka berat," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur, Komisaris Besar Frans Barung Mangera, saat dikonfirmasi, Selasa sore, 17 April 2018. Korban meninggal diketahui bernama Muklisin, 49 tahun, warga Banter, Benjeng, Gresik. Korban merupakan sopir dump truk Varia Usaha dengan nomor polisi W 9351 US. Jasad korban saat ini sudah dievakuasi ke RSUD dr. Soegiri Kabupaten Lamongan.

Barung menambahkan total korban Jembatan Widang ambruk ada lima orang, Selain Muklisin, ada Saiful Arif (selamat), 41 tahun, warga Gresik, sopir dump truk S 8569 UE dan satu sopir truk yang identitasanya belum diketahui (luka berat). Juga pengendara sepeda motor L 3466 D. Mereka adalah Ubaidillah Masum, warga Gesikharjo, Palang, Tuban dan Muhammad Rizal, warga Sumurgenduk, Babat, Lamongan. Keduanya mengalami luka ringan dan sudah dibawa ke Puskesmas Widang.

Polres Tuban dan BPBD Kabupaten Tuban tengah berkoordinasi dengan Polres Lamongan untuk melakukan evakuasi empat kendaraan yang terjebur di Sungai Bengawan Solo yang dilewati jembatan tersebut. Jembatan Widang ambruk pada hari ini sekitar pukul 11.00 WIB. Saat Jembatan Widang ambruk, tengah melintas empat kendaraan. Yakni satu unit dump truk, dua unit truk tronton, dan satu unit sepeda motor.

TEMPO.CO

Penulis TEMPO
Editor Suyanto Soemohardjo
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.