Banjir Tawaran Iklan, Anak Sandra Dewi Lebih Populer dari Ibunya

Supriyanto Rabu, 17 Oktober 2018 10:15:38
Sandra Dewi senang anaknya dikenal banyak orang. (Instagram)

TABLOIDBINTANG.COM - Raphael Moeis, putra Sandra Dewi, yang masih berusia sembilan bulan, sudah dikontrak jadi bintang iklan sebuah produk bayi. Sejak tampil menjadi bintang iklan, Raphael Moeis jadi makin populer.

"Pokoknya aku kemanapun yang ditanya Rafa, Rafa, Rafa. Kayak kemarin ketemu polisi-polisi rame banget. Terus kayak gede-gede, serem-serem, terus mereka bilang 'Mbak kita fans clubnya Rafa lho'. Jadi bodyguard-bodyguard di Bali, orang yang tampangnya horor tapi sukanya sama Bayi," ujar Sandra Dewi, di Studio Trans TV, Jl.Tandean, Jakarta Selatan, Selasa (16/10).

Sandra Dewi mengatakan ia dan suami tak pernah memaksakan putranya untuk jadi bintang iklan. Justru Raphael sendiri yang sangat senang jika berada di depan kamera.

Sandra Dewi senang anaknya dikenal banyak orang. (Seno/tabloidbintang.com)
Sandra Dewi senang anaknya dikenal banyak orang. (Seno/tabloidbintang.com)

"Soalnya dia (Raphael Moeis)malah happy, dia sebenarmya suka di luar, enggak suka di dalam rumah. Cuma aku kalau enggak penting-penting amat enggak aku bawa keluar," terang Sandra Dewi.

Tak hanya itu, belakangan banyak tawaran datang malah ingin mengontrak Raphael daripada Sandra Dewi. Meski kalah populer anaknya,  Sandra Dewi senang karena sang anak banyak dikenali orang. 

"Jadi memang senang sih ya banyak yang mengenal dia, iklannya juga banyak banget sampai mamanya bingung," pungkas Sandra Dewi.

Sandra Dewi senang anaknya dikenal banyak orang. (Instagram)
Sandra Dewi senang anaknya dikenal banyak orang. (Instagram)

(pri/ari)

Penulis Supriyanto
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.